Resignation of Israel PM After Severe Illness

by -121 Views

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa dia sedang menjalani pengobatan kanker prostat stadium awal. Kasus ini mengingatkan publik pada Ariel Sharon, mantan pemimpin Israel yang mengalami stroke parah saat menjabat. Sharon harus meninggalkan jabatannya dan fokus pada perawatan intensif karena kondisi kesehatannya. Setelah bertahun-tahun berjuang dengan penyakitnya, Ariel Sharon akhirnya meninggal dunia pada tahun 2014.

Sebelum jatuh sakit, Ariel Sharon dikenal sebagai figur militer kontroversial yang terlibat dalam berbagai konflik bersenjata di Israel. Meskipun memiliki kesuksesan di medan perang, reputasinya juga dilengkapi dengan kontroversi dan kritik atas operasi militer yang menimbulkan korban sipil. Setelah pensiun dari militer, Sharon beralih ke politik dan terpilih sebagai Perdana Menteri Israel ke-11. Selama masa jabatannya, dia terus dikenal dengan kebijakan keras terhadap Palestina dan pembangunan tembok pemisah di Tepi Barat.

Namun, karier politik Ariel Sharon harus terhenti karena stroke yang mengakibatkan dia terjebak dalam koma panjang. Posisi Perdana Menteri Israel kemudian diambil alih oleh Ehud Olmert. Ariel Sharon juga dikenal sebagai salah satu perdana menteri terkaya Israel karena memiliki investasi di bidang pertanian, peternakan, dan properti. Namun, kesuksesan dan karier politiknya harus terhenti karena kondisi kesehatannya yang memburuk.

Source link