Harga BBM Naik, Pejabat RI Pilih Ngantor Naik Sepeda – Solusi Hemat & Ramah Lingkungan

by -106 Views

Pejabat Bandung Bersepeda saat Harga BBM Meroket

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu. Khusus terkait bencana, naskah ini diharapkan bisa membangun kesadaran dan kewaspadaan terhadap mitigasi bencana.

Jakarta, CNBC Indonesia — Kenaikan harga BBM yang menekan ekonomi negara pernah mendorong seorang pejabat publik asal Bandung, Mohammad Aten Hawadi, mengambil langkah tak biasa. Demi efisiensi dan menghemat pengeluaran negara, dia menolak fasilitas mobil dinas dan memilih menjalankan tugas sehari-hari dengan bersepeda.

Krisis Ekonomi di Tengah Kenaikan Harga BBM

Aten merupakan ketua DPRD Bandung. Pada masa itu, seorang pejabat selevel Aten mendapat mobil dinas mewah, yakni sedan Plymouth asal Amerika Serikat. Namun, kondisi ekonomi saat itu membuatnya mengambil keputusan berbeda.

Dalam pewartaan Pikiran Rakjat (23 Juli 1958), memasuki akhir 1950-an, ekonomi Indonesia berada di ambang krisis. Harga bahan bakar minyak (BBM) melonjak menjadi sekitar Rp60-Rp100 per liter. Lonjakan harga tersebut membuat kondisi fiskal pemerintah tertekan.

Situasi itu turut berdampak ke keuangan daerah Bandung. Di tengah kondisi tersebut, Hawadi memilih memberi contoh. Menurut koran Pikiran Rakyat (6 Oktober 1958), dia memutuskan mengembalikan mobil dinas yang nilainya pada masa itu sangat besar dan memilih menggunakan sepeda untuk mobilitas sehari-hari.

Sikap Sederhana yang Berdampak Besar

“Ketua DPRD Kota Bandung, Moh. A. Hawadi, telah menggantikan sedan Plymouth-nya dengan sebuah sepeda merek ‘Raleigh’ untuk kendaraan ke kantornya,” ungkap Pikiran Rakyat. Langkah ini membuatnya berbeda dari banyak pejabat lain.

Akibat sikap Hawadi, diketahui pemerintah dapat hemat hingga Rp18 ribu setahun. Sikap sederhana itu menjadi simbol penting bahwa efisiensi anggaran bukan sekadar kebijakan di atas kertas, tetapi juga harus dimulai dari teladan pemimpinnya.

Source link