Balas Dendam Orang Kaya di Jakarta: Kisah 200 PRT yang Kasar

by -100 Views

Reinier de Klerk: Gubernur Jenderal & Pemilik Rumah Megah

Jakarta, CNBC Indonesia – Pada tahun 1770-an, Reinier de Klerk, seorang orang kaya asal Eropa yang tinggal di Jakarta, tercatat memiliki rumah super besar yang memerlukan 200 pekerja rumah tangga atau pembantu. De Klerk bukan hanya seorang penguasa, tetapi juga seorang pengusaha yang sering memamerkan kekayaannya melalui rumah-rumah besar nan mewah yang dimilikinya. Salah satu dari rumahnya terletak di kawasan Molenvliet, yang kini menjadi Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, yang sekarang berfungsi sebagai Gedung Arsip Nasional.

Ratusan Pekerja Dipergunakan untuk Mengurus Rumah De Klerk

De Klerk, seperti kebanyakan orang Eropa pada masa itu, mempekerjakan ratusan pembantu untuk mengurus rumahnya. Mereka tinggal di rumah-rumah sederhana yang disediakan di sekitar kediamannya. Tugas-tugas pekerja rumah tangga tersebut dibagi secara rinci, dengan beberapa mengurus pekerjaan rumah tangga dan yang lainnya bekerja di luar rumah untuk mengelola kebun dan lahan. Bahkan, ada yang khusus ditugaskan untuk menghibur tamu dengan memainkan alat musik.

Kisah Penuh Dendam dari Leendert Miero

De Klerk juga dikenal karena sikap kasar terhadap para pembantunya. Salah satu kisah terkenal terjadi pada seorang pembantu bernama Leendert Miero. Setelah melakukan kesalahan saat bekerja, Miero dihukum dengan pukulan dan cambukan sebanyak 50 kali oleh de Klerk. Kejadian ini membuat Miero bersumpah untuk membalas perlakuan tersebut dengan kesuksesan dan kekayaan.

Miero kemudian beralih profesi menjadi seorang pengusaha emas dan akhirnya berhasil membeli properti milik de Klerk pada tahun 1818. Ia juga menggelar pesta besar setiap tahun di rumah tersebut untuk memperingati peristiwa tersebut. Selain membeli rumah de Klerk, Miero juga membangun rumah megah di selatan Batavia yang dikenal sebagai ‘Pondok Gede’, yang kini menjadi nama kawasan di Jakarta Timur.

Source link