Pejabat RI Tinggalkan Mobil Dinas Akibat Kenaikan Harga BBM

by -108 Views

Ketua DPRD Bandung Rela Tinggalkan Mobil Dinas demi Hemat Anggaran

Jakarta, CNBC Indonesia – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) telah menyebabkan seorang pejabat di Indonesia mengambil keputusan drastis demi menghemat anggaran negara. Pada tahun 1958, Ketua DPRD Bandung, Mohammad Aten Hawadi, memilih untuk berhenti menggunakan mobil dinasnya dan beralih menggunakan sepeda untuk bekerja sehari-hari.

Kisah ini terjadi pada masa akhir 1950-an ketika Indonesia dilanda krisis ekonomi yang hebat. Lonjakan harga-harga kebutuhan pokok seperti beras dan minyak tanah membuat kondisi ekonomi semakin tertekan. Harga BBM juga meroket dari Rp1 menjadi Rp1,75 hingga Rp2 per liter.

Pejabat Bandung Berani Ambil Sikap di Tengah Krisis

Kenaikan harga BBM tidak hanya memberikan tekanan pada masyarakat, tetapi juga pada pemerintah pusat dan daerah. Anggaran negara saat itu mengalami defisit yang mencapai Rp6 miliar, sementara Kota Bandung sudah mulai menghadapi kelangkaan BBM pada Oktober 1958.

Di tengah situasi sulit tersebut, Aten Hawadi, yang seharusnya memiliki mobil dinas mewah dengan semua fasilitas yang disediakan negara, memilih untuk mengambil langkah yang berani. Ia kembali mobil dinasnya dan menggantinya dengan sepeda merek Raleigh.

Contoh Efisiensi Pejabat Publik di Masa Sulit

Keputusan Aten Hawadi untuk mengendarai sepeda sebagai alat transportasi sehari-hari di tengah krisis ekonomi diakui sebagai tindakan yang efisien. Dengan langkah sederhana itu, pemerintah berhasil menghemat hingga Rp18 ribu per tahun, suatu jumlah yang signifikan pada masa tersebut.

Sikap Aten Hawadi dalam memilih hidup sederhana di tengah krisis ekonomi dan lonjakan harga BBM menjadi teladan bagi para pejabat publik lainnya. Keputusannya menunjukkan kesadaran akan kondisi ekonomi rakyat yang sulit dan keinginan untuk berkontribusi dalam mengurangi beban anggaran pemerintah.

Source link