Isack Hadjar Alami Kegagalan di Miami Grand Prix
Performa Isack Hadjar yang buruk dalam Miami Grand Prix tidak membuat sang kepala tim Red Bull Formula 1, Laurent Mekies, khawatir, mengingat kesalahan dari kedua belah pihak turut berkontribusi dalam akhir pekannya yang mengerikan.
Setelah kesulitan menyamai kecepatan Max Verstappen di mobil F1 Red Bull yang telah ditingkatkan, Hadjar hanya berhasil lolos ke P9 dalam sesi kualifikasi dan finis di posisi tersebut dalam balapan sprint Miami, sementara sang pembalap Belanda finis di posisi kelima. Akhir pekan pembalap Prancis tersebut merosot setelah diskualifikasi dari balapan kualifikasi Grand Prix karena lantai mobilnya dianggap ilegal.
Red Bull Mengakui Kesalahan Tim
Menyadari kesalahan tersebut, Red Bull meminta maaf pada pembalapnya yang akhirnya terpaksa memulai balapan dari pitlane. Meski tampil impresif di awal balapan dengan naik ke posisi 15 pada lap kelima, Hadjar mengalami disorientasi yang mengakibatkan benturan keras pada dinding dalam di Tikungan 14, sehingga merusak suspensi depan kirinya dan menabrak dinding di Tikungan 15.
Laurent Mekies Tetap Optimis
Mekies, selaku bos tim Red Bull, tidak terlalu khawatir dengan penampilan Hadjar di Miami. Ia meyakini ini hanya akan menjadi masalah kecil, mengingat sebelumnya Hadjar sudah mendekati level Verstappen selama tiga balapan awal.
“Menurut saya, kita tidak boleh menyebut itu sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan,” ungkap Mekies. “Kami mengalami akhir pekan yang sulit. Ini tidak membantu kinerja kami.”
Isack Hadjar Mengakui Kekeliruan Pribadi
Hadjar sendiri mengakui bahwa kurangnya konsentrasi memicu kecelakaan yang dialaminya. Ia merasa “terlalu bernafsu” di awal balapan Miami, namun juga mengakui bahwa dirinya sudah kesulitan menemukan kecepatan sepanjang akhir pekan tersebut.
“Ini kali pertama saya benar-benar kesulitan dengan kecepatan saya secara keseluruhan,” kata Hadjar. “Ini hal baru dan saya benar-benar perlu merenung karena saya tidak ingin akhir pekan seperti ini terjadi lagi.”





