Pembatalan Ibadah Haji: Jemaah Diminta Pulang dari Makkah

by -101 Views

Gejolak Geopolitik dan Dampaknya pada Ibadah Haji

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia – Peristiwa gejolak geopolitik global pernah berdampak langsung pada pelaksanaan ibadah haji, terutama pada masa kolonial Hindia Belanda.

Konflik Global yang Mempengaruhi Haji pada 1915

Pada tahun 1915, dunia dilanda Perang Dunia I (1914-1918) yang memengaruhi sejumlah aspek kehidupan global, termasuk pelaksanaan ibadah haji.

Saat itu, Makkah masih berada di bawah kekuasaan Kesultanan Utsmaniyah yang terlibat langsung dalam perang dunia tersebut. Hal ini menimbulkan ketidakamanan yang sangat berbahaya bagi para jamaah haji.

Pemerintah kolonial Hindia Belanda secara resmi mengumumkan bahwa ibadah haji tidak dapat dilaksanakan pada tahun tersebut. Keputusan ini diambil atas pertimbangan keamanan dan tekanan ekonomi yang memperburuk keadaan.

Evakuasi Jemaah Haji dari Makkah

Selain menghentikan keberangkatan, pemerintah Hindia Belanda juga memikirkan nasib jemaah asal Nusantara yang sudah berada di Makkah. Mereka direncanakan untuk dipulangkan dari Jeddah dalam jumlah besar.

Namun, keterbatasan kapal membuat proses evakuasi berjalan lambat. Banyak jemaah terpaksa harus menunggu lama di Jeddah dengan biaya hidup yang terus meningkat.

Banyak dari mereka yang akhirnya terpaksa bertahan hidup dengan menjadi buruh di perkebunan atau memutuskan untuk menetap di Hijaz dengan kondisi yang sulit.

Di tengah situasi sulit itu, masih ada calon jemaah haji dari Indonesia yang nekat berangkat. Sayangnya, banyak dari mereka terhenti di tengah jalan karena tidak tersedianya kapal menuju Jeddah, sehingga nasib mereka terkatung-katung di negara orang.

Demikianlah gambaran singkat tentang bagaimana gejolak geopolitik global pada masa lampau pernah berdampak langsung pada pelaksanaan ibadah haji, terutama bagi jemaah haji asal Nusantara pada tahun 1915.

Source link