Tren Permintaan Emas Mencetak Rekor, Kapasitas Produksi Harus Ditingkatkan

by -127 Views

Permintaan Emas Mencetak Rekor Tertinggi, Mendorong Penambahan Kapasitas Produksi Nasional

Tren permintaan emas yang terus meningkat secara global telah mencapai titik tertinggi dalam sejarah. Data dari World Gold Council menunjukkan bahwa total permintaan emas pada kuartal pertama mengalami kenaikan 2% tahun ini, mencapai 1.231 ton. Angka ini termasuk transaksi over-the-counter (OTC) yang memberikan kontribusi signifikan terhadap lonjakan harga emas hingga mencapai US$193 miliar.

Permintaan Emas Batangan dan Koin Meningkat Tajam

Permintaan emas batangan dan koin meningkat pesat, mencapai 474 ton atau naik 42% yang merupakan kuartal tertinggi kedua sepanjang sejarah. Investor Asia menjadi pemain kunci dalam aksi pembelian produk investasi emas secara agresif. Tren ini memberikan sinyal positif bagi pebisnis pertambangan emas di Indonesia untuk memperkuat ekosistem industri emas nasional.

Herry Gunawan, pengamat BUMN dan Direktur NEXT Indonesia Center, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas produksi logam mulia dalam negeri. Menurutnya, mulai dari tahun 2021, Indonesia telah mengalami defisit dan menjadi net importer emas. Hal ini menuntut perusahaan tambang emas, termasuk BUMN, untuk proaktif dalam meningkatkan produksi demi mengoptimalkan potensi profit dan meredakan defisit neraca perdagangan emas.

Upaya Penguatan Kapasitas Produksi

Sebagai langkah nyata dalam menghadapi lonjakan permintaan emas, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), anak usaha holding pertambangan MIND ID, memulai pembangunan pabrik manufaktur emas logam mulia di Gresik. Diperkirakan pabrik ini akan memiliki kapasitas produksi hingga 30 ton per tahun, yang akan menambah kapasitas produksi kepingan emas di Jakarta yang sudah mencapai 40 ton per tahun.

Dukungan pasokan emas batangan dari tambang emas Antam di Jawa Barat serta Precious Metal Refinery (PMR) PT Freeport Indonesia diharapkan mampu menguatkan ekosistem industri emas nasional. Integrasi rantai pasok ini diharapkan mampu memenuhi permintaan emas logam mulia dalam negeri yang diperkirakan mencapai 70 ton per tahun dan terus meningkat.

Sumber: Deliknews

Source link