Anak Presiden RI ‘Turun Gunung’ Selamatkan Rupiah: Gerakan Masyarakat

by -171 Views

Putri Soeharto Gagas Gerakan Cinta Rupiah Saat Krisis Moneter

Jakarta, CNBC Indonesia – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS membuat anak Presiden RI ikut ‘turun gunung’ membantu pemerintah menyelamatkan ekonomi. Anak presiden yang dimaksud adalah Siti Hardijanti Rukmana alias Tutut Soeharto, putri sulung Presiden ke-2 RI Soeharto. Pada awal 1998, Tutut menggagas gerakan khusus demi memperkuat rupiah di tengah krisis moneter.

Menurut catatan Jan Luiten van Zanden dalam Ekonomi Indonesia 1800-2010 (2012), nilai tukar rupiah jatuh drastis dari semula stabil di kisaran Rp2.000 per dolar AS merosot hingga sekitar Rp10.000-12.000 per dolar AS. Kondisi ini dipicu gejolak mata uang baht Thailand pada pertengahan 1997 yang kemudian merambat ke berbagai negara Asia, termasuk Indonesia.

The Movement to Strengthen the Rupiah

Di tengah situasi tersebut, Tutut Soeharto pada Januari 1998 menginisiasi Gerakan Cinta Rupiah (Getar). Tujuannya sederhana, yakni mengajak masyarakat melepas simpanan dolar AS demi membantu penguatan rupiah sekaligus memulihkan kepercayaan terhadap ekonomi nasional. Tutut juga memberi contoh dengan melepas US$50 ribu milik pribadinya untuk ditukar ke rupiah.

Sejumlah pejabat negara, termasuk Susilo Bambang Yudhoyono, ikut melakukan hal serupa dengan menukar dolar AS ke rupiah. Menteri Keuangan Mar’ie Muhammad, Gubernur Bank Indonesia Soedradjad Djiwandono, serta sejumlah pengusaha terkemuka juga berpartisipasi dalam gerakan ini.

Critical Voices and the Outcome

Gerakan Cinta Rupiah ini mulai dikritik hanya beberapa minggu kemudian. Sejumlah pengamat menilai Gerakan Cinta Rupiah tidak akan cukup kuat menahan tekanan pasar karena dana yang terkumpul dianggap tak mencukupi untuk menghadapi krisis yang begitu besar.

Kritik tersebut terbukti, karena nilai tukar rupiah terus melemah dan krisis ekonomi berubah menjadi krisis sosial dan politik yang mengakibatkan kerusuhan besar di berbagai daerah. Pada akhirnya, Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 setelah lebih dari 32 tahun berkuasa.

Source link