Bos Pajak Kunjungi Rumah Presiden RI dengan Meteran: Kegiatan Terbaru!

by -110 Views

Pajak Presiden Soeharto: Pendataan Ulang Oleh Bos Pajak

Jakarta, CNBC Indonesia – Pajak merupakan kewajiban yang harus dibayarkan oleh setiap warga negara, termasuk Presiden. Hal inilah yang melatarbelakangi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melakukan pendataan ulang terhadap rumah pribadi Presiden Soeharto di Jalan Cendana, Jakarta Pusat, pada tahun 1989.

Pada bulan September 1989, Direktur Jenderal Pajak Mar’ie Muhammad memimpin timnya untuk datang ke kediaman Soeharto di Jalan Cendana nomor 6, 8, dan 10. Langkah ini terbilang mengejutkan mengingat biasanya pejabat tidak berani mengukur aset pribadi orang nomor satu di Indonesia.

Kunjungan Mengejutkan Bos Pajak ke Rumah Soeharto

Berdasarkan buku biografi Mr. Clean: Mar’ie Muhammad (2025), kedatangan Mar’ie Muhammad dan timnya di rumah Soeharto diterima dengan baik. Presiden bahkan mempersilakan para petugas untuk melakukan pengukuran ulang guna memastikan data yang digunakan untuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) akurat.

Hasil pengukuran menunjukkan luas tanah rumah-rumah di Jalan Cendana nomor 6, 8, dan 10 yang menjadi dasar perhitungan PBB yang harus dibayarkan oleh Soeharto.

Langkah Simbolis untuk Meningkatkan Penerimaan Pajak

Kunjungan Mar’ie Muhammad ke kediaman Soeharto merupakan bagian dari upaya Direktorat Jenderal Pajak untuk meningkatkan penerimaan negara khususnya dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Saat itu, properti sedang berkembang pesat namun penerimaan pajak dari sektor tersebut belum optimal.

PBB memiliki peran penting dalam kontribusi penerimaan negara dan pada periode kepemimpinan Mar’ie Muhammad, penerimaan pajak nonmigas berhasil meningkat secara signifikan. Keberhasilan ini membawa Mar’ie naik jabatan menjadi Menteri Keuangan Indonesia pada tahun 1993.

Demikianlah upaya intensifikasi pajak yang dilakukan pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an, di mana tidak ada orang yang terkecuali dari kewajiban membayar pajak, termasuk Presiden Soeharto.

Source link