Anak Muda China Berbondong-bondong Jadi Gembala Domba: Fakta Menarik!

by -104 Views

Lowongan Gembala Domba China Viral, Apa Faktanya?

Jakarta, CNBC Indonesia – Sebuah lowongan kerja sebagai penggembala domba di wilayah terpencil China mendadak viral dan memicu perbincangan luas mengenai sulitnya mencari pekerjaan di negara tersebut.

Lowongan yang dipasang peternak asal China, Zuo Xiaoyong, pada akhir April lalu awalnya hanya ditujukan untuk mencari dua orang gembala yang akan mengurus ribuan domba di padang rumput dekat wilayah Mongolia. Namun, iklan tersebut justru dibanjiri lebih dari 700 pelamar dari berbagai latar belakang pekerjaan.

Reaksi Luas Terhadap Lowongan Gembala

Tak hanya pekerja pabrik, pelamar juga datang dari kalangan karyawan kantoran di kota-kota besar seperti Shanghai dan Chongqing hingga lulusan universitas yang baru menyelesaikan pendidikan mereka. Iklan tersebut bahkan menjadi topik terpopuler di media sosial China, Weibo, dengan 59 juta kali tayangan hanya dalam hitungan jam dan memicu lebih dari 21.000 diskusi.

“Saya tidak menyangka akan viral,” kata Zuo mengutip Reuters, Rabu (27/5/2026).

Menurutnya, sekitar 10% pelamar merupakan lulusan baru perguruan tinggi. Banyak di antara mereka mengaku terbebani utang, lelah bekerja di sektor manufaktur, atau jenuh menghadapi dinamika politik kantor.

Fenomena Kutukan Usia 35 Tahun

Zuo mengungkapkan sekitar separuh pelamar lahir pada era 1990-an. Kelompok usia ini berada di tengah fenomena yang dikenal di China sebagai “kutukan usia 35 tahun” atau curse of 35.

Istilah tersebut merujuk pada praktik banyak perusahaan yang enggan merekrut pekerja berusia di atas 35 tahun, termasuk di sektor publik. Dosen senior manajemen sumber daya manusia di Victoria University of Wellington, Christian Yao, mengatakan fenomena tersebut kini tidak lagi hanya terjadi di sektor teknologi.

Pada akhirnya, Zuo merekrut empat orang gembala atau dua pasangan suami istri yang seluruhnya lahir pada 1980-an dan memiliki pengalaman bekerja di peternakan. Sementara ratusan pelamar lainnya harus gigit jari.

Menurut Zuo, kehidupan di peternakan terpencil tidak cocok untuk semua orang karena tingkat kesendiriannya sangat tinggi.

Source link