Eks Wapres Kritik Keras Kondisi Ekonomi RI, Apa yang Harus Dilakukan?

by -151 Views

Mohammad Hatta Kritik Tajam Soekarno terkait Ekonomi RI

Jakarta, CNBC Indonesia – Situasi ekonomi yang kian memburuk membuat banyak tokoh melontarkan kritik terhadap pemerintah. Salah satu kritik paling tajam dalam sejarah Indonesia datang dari Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta, yang secara terbuka mengkritik Presiden Soekarno terkait kondisi ekonomi nasional.

Peristiwa itu terjadi pada pertengahan 1963. Meski sudah tidak lagi menjabat wakil presiden sejak 1956, dia tetap mengikuti perkembangan ekonomi Indonesia dengan cermat. Melalui surat yang dikirim kepada Soekarno pada 17 Juni 1963, Hatta mengaku cemas melihat kondisi negara yang menurutnya mengalami kemunduran di berbagai bidang.

Keadaan Ekonomi Indonesia Menurut Mohammad Hatta

Menurut Hatta, akar persoalan terletak pada salah urus kebijakan ekonomi. Alih-alih mewujudkan cita-cita sosialisme yang sering didengungkan pemerintah, kebijakan yang ditempuh justru bertentangan dengan itu.

“Pendapatan rakyat makin ditekan, apalagi dengan politik inflasi yang dipercepat, tetapi beban rakyat makin diperbesar,” ungkap proklamator itu.

Lebih parah lagi, Wapres ke-1 RI itu mengungkap, cita-cita sosialisme justru melahirkan satu golongan elite yang hidupnya mewah, sehingga memperdalam jurang pemisah antara golongan lain.

“Pertentangan kaya dan miskin sangat menyolok mata, belum pernah setajam sekarang ini,” tulisnya.

Kritik Kepada Soekarno

Hatta sendiri menjadi korban atas hal ini. Dia harus mengalokasikan 70% dari uang pensiunnya yang hanya sebesar Rp5.762 untuk membayar listrik. Bagi Hatta, kondisi tersebut menunjukkan adanya kegagalan dalam memahami tujuan pembangunan ekonomi yang selama ini diklaim berlandaskan sosialisme. Karena itu, dia melemparkan pertanyaan tajam yang ditujukan kepada Soekarno dan para pembantunya.

“Menjadi pertanyaan sekarang bagi banyak orang, mungkin juga bagi segala orang yang menderita dan berpikir: Inikah jalan ke sosialisme? Apakah sosialisme bukan menjadi lip service saja seperti juga dengan Pancasila?”

Surat tersebut kemudian dikenal sebagai salah satu kritik paling keras yang pernah dilontarkan Hatta kepada Soekarno. Beberapa tahun setelahnya, krisis ekonomi yang semakin parah menjadi salah satu faktor yang melemahkan posisi politik Soekarno hingga akhirnya dia kehilangan kekuasaan.

Source link