Modernisasi Jaringan Irigasi: Kunci Penguatan Ketahanan Pangan

by -206 Views

Modernisasi Infrastruktur Irigasi untuk Penguatan Ketahanan Pangan

Jakarta – Pemerintah terus memberikan fokus pada modernisasi dan rehabilitasi jaringan irigasi sebagai kunci utama untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan mempercepat pembangunan infrastruktur pengairan, pemerintah bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga pasokan pangan secara berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) saat ini telah meluncurkan program peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi di Provinsi Bali, sebagai langkah implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025. Program ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, operasi, dan pemeliharaan jaringan irigasi guna mendukung swasembada pangan.

Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Berbagai Kabupaten

Program ini mencakup delapan kabupaten di Bali, antara lain Jembrana, Buleleng, Karangasem, Bangli, Badung, Gianyar, Klungkung, dan Tabanan. Melalui paket pertama, rehabilitasi jaringan irigasi dilakukan di 58 daerah irigasi dengan panjang 69,27 kilometer yang melayani lahan seluas 3.088 hektare.

Sementara paket kedua menangani 10 daerah irigasi dengan panjang 10 kilometer, serta rehabilitasi lanjutan di 42 daerah irigasi dengan panjang jaringan 28,52 kilometer.

Pentingnya Modernisasi Irigasi untuk Ketahanan Pangan

Menteri PU, Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur irigasi memiliki peran strategis dalam menjaga kelangsungan produksi pangan nasional. Capaian dari program rehabilitasi jaringan irigasi ini adalah komitmen nyata Kementerian PU dalam mendukung ketahanan pangan, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Di Kabupaten Jembrana, misalnya, indeks pertanaman meningkat dari 150 menjadi 200. Sedangkan di Kabupaten Buleleng, frekuensi tanam meningkat dua kali lipat dengan indeks pertanaman naik dari 100 menjadi 200.

Sikap sejalan juga diungkapkan oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang menilai pentingnya penguatan sistem pengairan melalui irigasi perpompaan untuk meningkatkan produktivitas lahan. Teknologi pompanisasi diharapkan dapat mengubah pola tanam di lahan kering dari satu kali panen menjadi tiga kali panen dalam setahun.

Untuk mendukung program ini, pemerintah telah mengalokasikan anggaran hingga Rp5 triliun guna memperluas jangkauan irigasi perpompaan di berbagai daerah.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal juga memberikan penegasan bahwa peningkatan produktivitas pertanian harus menjadi prioritas guna mencapai swasembada pangan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.

Melalui modernisasi jaringan irigasi dan penguatan infrastruktur pengairan, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional dapat terus diperkuat sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di berbagai wilayah Indonesia.

Source link