Harga BBM Naik: Anggota Dewan Tak Pakai Mobil Dinas

by -122 Views

Ketua DPRD Bandung Rela Tinggalkan Mobil Dinas demi Kenaikan Harga BBM

Jakarta, CNBC Indonesia – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bukan hanya berdampak pada masyarakat, tetapi juga pernah membuat pejabat publik di Indonesia rela melepaskan fasilitas mewah yang menjadi haknya. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh Ketua DPRD Bandung Mohammad Aten Hawadi pada tahun 1958.

Demi menghemat anggaran pemerintah, anggota dewan tersebut memilih meninggalkan mobil dinas dan berangkat kerja dengan sepeda. Kisah ini terjadi pada akhir 1950-an saat kondisi ekonomi Indonesia sedang mengalami tekanan berat.

Situasi Ekonomi dan Kebijakan Mohammad Aten Hawadi

Berdasarkan pemberitaan Pikiran Rakjat (23 Juli 1958), harga BBM saat itu melonjak hingga sekitar Rp60-Rp100 per liter. Kenaikan juga terjadi pada harga minyak tanah yang mencapai Rp1-Rp1,5 per liter, sementara beras dijual sekitar Rp10 per liter. Dampak lonjakan harga berbagai kebutuhan pokok tersebut turut dirasakan pemerintah daerah, termasuk Kota Bandung.

Anggaran pemerintah terbatas sementara kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat terus berjalan. Dalam situasi itulah Mohammad Aten Hawadi mengambil langkah yang tidak lazim bagi seorang pejabat tinggi daerah. Sebagai Ketua DPRD Bandung, dia sebenarnya berhak memperoleh mobil dinas sedan lengkap dengan sopir dan biaya operasional yang ditanggung negara.

Namun, Hawadi memutuskan mengembalikan mobil dinas tersebut dan menggantinya dengan sepeda merek asal Inggris ‘Raleigh’ untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Keputusan ini membuat Hawadi menjadi sorotan di tengah banyaknya pejabat yang tetap menikmati fasilitas negara. Penggunaan sepeda ternyata mampu menghemat anggaran pemerintah hingga jumlah yang cukup besar pada masa itu.

Momen Untuk Menjadi Teladan

Tindakan Hawadi menjadi sebuah teladan bahwa penghematan tidak hanya bisa dibebankan kepada masyarakat, tetapi juga harus dimulai dari para pemegang jabatan publik. Ini menunjukkan kesadaran dan kepedulian seorang pejabat terhadap kondisi keuangan negara.

Keputusan penting untuk memulai penghematan bisa dimulai dari langkah-langkah sederhana seperti yang dilakukan Mohammad Aten Hawadi, yang rela mengganti mobil dinas dengan sepeda demi kesejahteraan bersama. Sebuah langkah kecil namun memiliki dampak yang besar dalam menjaga keuangan negara.

Source link