Wapres RI: Hidup Rakyat Lebih Berat daripada Era Penjajahan

by -128 Views

Hatta: Hidup Rakyat Lebih Berat dari Era Kolonial

Jakarta, CNBC Indonesia – Kondisi ekonomi yang memburuk pernah membuat Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta, melontarkan kritik tajam kepada Presiden Soekarno. Hatta menilai penderitaan ekonomi rakyat saat itu lebih berat dibandingkan masa kolonial Belanda maupun pendudukan Jepang.

Dalam surat yang dia tulis kepada Soekarno pada 17 Juni 1963, Hatta menyampaikan kecemasannya atas kemunduran dalam berbagai bidang. Meski tidak lagi menjabat sebagai wakil presiden sejak 1956, Hatta tetap memantau perkembangan ekonomi nasional.

Cemas Melihat Situasi Ekonomi

Menurut catatan sejarah, pada masa itu Indonesia menghadapi tekanan ekonomi berat. Inflasi terus meningkat, harga kebutuhan pokok melonjak, dan daya beli masyarakat menurun. Di samping itu, pemerintah tetap melaksanakan proyek-proyek besar yang berdampak pada anggaran negara.

Hatta, yang sejak awal terlibat dalam perumusan kebijakan negara, melihat kondisi tersebut sebagai kemerosotan yang serius. Bahkan, menurutnya, kehidupan rakyat saat itu lebih buruk daripada masa kolonial Belanda dan pendudukan Jepang.

Kritik terhadap Kebijakan Ekonomi Keliru

Menurut Hatta, akar permasalahan terletak pada kebijakan ekonomi yang keliru. Upaya pemerintah untuk mewujudkan sosialisme justru memperberat beban rakyat. Pendapatan rakyat ditekan, inflasi dipercepat, namun beban rakyat semakin besar.

Selain itu, Hatta juga menyoroti elit-elit yang hidup mewah di tengah kesulitan ekonomi rakyat. Hal ini memperlebar jurang antara golongan kaya dan miskin, yang menurutnya semakin tajam.

Kritik keras Hatta terhadap Soekarno dan pemerintahnya menjadi salah satu sorotan utama pada saat itu. Hal ini juga memperkuat pandangan bahwa krisis ekonomi turut melemahkan posisi politik Soekarno hingga kehilangan kekuasaan.

Surat tersebut merupakan bukti nyata betapa pedihnya kondisi kehidupan rakyat saat itu. Kritik Hatta menjadi panggilan penting untuk mendengarkan aspirasi dan menyelesaikan masalah ekonomi yang mendera rakyat.

Source link