Qatar Memperluas Kehadiran di Motorsport
Di ranah reli dunia, Qatar telah terbukti menjadi kekuatan yang tidak bisa dianggap remeh. Nasser Al-Attiyah meraih kemenangan keenamnya di Reli Dakar awal tahun ini, menegaskan posisinya di antara pembalap terbesar dalam disiplin tersebut. Abdulaziz Al-Kuwari juga mencuri perhatian saat muncul sebagai wildcard di Kejuaraan Reli Dunia pada awal hingga pertengahan 2010-an, sementara pembalap reli Qatar lainnya juga telah mewakili negaranya di panggung internasional.
Kini, negara Teluk tersebut perlahan memperluas kehadirannya ke berbagai bentuk motorsport lainnya. Bulan ini, Federasi Mobil dan Sepeda Motor Qatar membuat debutnya di Le Mans dengan timnya sendiri, mengajak Abdulla Al-Khelaifi sebagai salah satu pembalapnya.
Vision Masa Depan Qatar di Motorsport
“Akademi Motorsport Qatar dibagi menjadi tiga departemen. Salah satunya adalah balap sirkuit, yang lainnya reli, dan yang ketiga motor,” kata Abdul Rahman bin Abdul Latif Al Mannai, Presiden Federasi Mobil dan Sepeda Motor Qatar. “Jadi, kami mencoba fokus pada semuanya.”
Tim Qatar berkolaborasi dengan Iron Lynx, mengendarai Mercedes-AMG GT3 di divisi LMGT3. Meskipun mengalami kesulitan besar di pit karena komponen penjepit yang rusak, mobil yang dikendarai oleh Al-Khelaifi, Giuliano Alesi, dan Julian Hanses berhasil finis di peringkat 16 di kelasnya.
Namun, di balik hasil tersebut, tujuan lebih luasnya adalah untuk menempatkan pembalap Qatar di grid dan menginspirasi generasi berikutnya dari pembalap di negara tersebut.
Terobosan Qatar dalam Menciptakan Jalur Pembalap Muda
Di tangga F1, kebanyakan pembalap muda mengandalkan dukungan keuangan dari keluarga dan pemberi dukungan pribadi sebelum mereka didukung oleh produsen. Di situlah kekuatan finansial dan niat dari pemerintah Qatar berperan penting. Federasi secara langsung terlibat dalam menciptakan jalur bagi para pembalap muda yang bercita-cita besar di dunia motorsport.
“Kami ingin pembalap Qatar memiliki kesempatan, platform, dan lingkungan untuk bersaing di level seperti itu. Jadi, kami akan menciptakan, semoga, lini talenta,” ungkap Al Mannai.
Qatar telah menjadi tuan rumah rutin di kalender MotoGP selama lebih dari dua dekade, dengan Sirkuit Internasional Losail menjadi satu-satunya venue balapan malam di kalender tersebut. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, trek ini mulai menjadi tuan rumah lebih banyak acara internasional besar, terutama F1 dan Kejuaraan Dunia Endurance. Situasi geopolitik di Timur Tengah menyebabkan seri MotoGP dan WEC tahun ini dipindahkan ke paruh musim, sementara acara F1 selalu dijadwalkan pada bulan November. Persetujuan damai awal antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang di kawasan tersebut telah ditanda-tangani, tetapi masih ada beberapa masalah yang perlu dinegosiasikan selama 60 hari ke depan.





