Evolution of Spa 24 Hours into GT Race in 2001

by -79 Views

Transformasi Spektakuler Balapan 24 Jam Spa ke Ajang GT

Balapan Spa 24 Jam sekarang menjadi ajang GT3 paling spektakuler dalam kalender balap mobil sport. Namun, ini merupakan fenomena yang relatif modern. Setelah dibangkitkan kembali pada 1964, balapan ini menghabiskan hampir setengah abad sebagai salah satu ajang touring car paling ikonik.

Jejak Kabur Antara Mobil Touring dan GT

Garis antara mobil touring dan GT sports cars kerap kabur di era tersebut. Porsche 911 meraih tiga kemenangan pada tahun 1960an, dan masih diperdebatkan apakah Mazda RX-7 juara tahun 1981 adalah mobil touring atau GT.

Ketidakjelasan juga mengelilingi kemenangan bersejarah Nissan Skyline GT-R R32 “Godzilla” pada 1991, yang mengalahkan BMW M3 E30 yang didukung pabrik.

Keterpurukan Prestise di Era 1990-an

Di tahun 1990-an, balapan ini mulai kehilangan prestisenya. Setelah era regulasi Grup A berakhir, upaya awal dilakukan pada 1993 untuk mendongkrak GT racing Eropa yang baru bangkit sebagai daya tarik utama. Namun, ini belum mampu menarik minat penonton.

Pada 1994, kategori Super Touring muncul sebagai penerus Grup A, namun mahal dan tidak cocok untuk balapan endurance 24 jam.

Keberhasilan Transisi ke GT Racing

Pada tahun 2000, RACB dan SRO Motorsports Group melakukan kesepakatan untuk membawa GT racing ke ajang Spa 24 Jam. Meskipun sulit di awal, GT racing akhirnya meraih kesuksesan dan menjadi masa depan yang tak terbantahkan untuk ajang ini.

Sejak tahun 2001, Spa 24 Jam menjadi putaran resmi dari FIA GT Championship, yang menawarkan poin ganda sebagai insentif bagi tim-tim balap.

Pergeseran ke format GT3 memicu evolusi lengkap dalam sifat kompetitif balapan ini. Berbeda dengan era sebelumnya, saat ini balapan 24 Jam Spa mengoperasikan dengan tingkat profesionalisme yang jauh melampaui era touring car terdahulu.

Source link