Mal Terbesar Runtuh: 502 Orang Tewas Akibat Bos Ogah Perbaiki Gedung

by -83 Views

Sampoong Department Store Runtuh karena Kelalaian Bosnya

Pada 29 Juni 1995, Mal Sampoong Department Store di Korea Selatan mengalami tragedi runtuhnya bangunan yang menewaskan 502 orang akibat kelalaian bosnya. Meskipun sejak 3 bulan sebelumnya telah terjadi keretakan, manajemen mal tidak melakukan tindakan preventif yang memadai.

Pengetahuan Akan Ancaman Sejak Bulan April

Meskipun tanda-tanda kerusakan sudah muncul pada bulan April 1995, dengan terlihatnya retakan panjang di atap dan dinding lantai lima, manajemen hanya memindahkan beberapa toko ke lantai bawah tanpa menutup operasional mal. Operasional di empat lantai lainnya pun tetap berjalan seperti biasa hingga kejadian tragis pada 29 Juni 1995.

Hari itu, retakan semakin melebar dan merembet ke lantai empat. Namun, manajemen hanya menutup lantai empat tanpa menutup mal secara keseluruhan, dengan alasan tidak ingin merugi dari transaksi yang berlangsung hari itu. Petinggi manajemen yang mengetahui masalah justru memilih meninggalkan gedung, sementara ribuan pegawai tetap bekerja tanpa mengetahui tingkat kerusakan bangunan.

Tragedi Runtuhnya Sampoong Department Store

Pada pukul 17.50 waktu setempat, terdengar suara retakan dan gemuruh dari dalam gedung, yang membuat pengunjung panik dan berusaha keluar. Namun, hanyalah dalam 20 detik, bangunan itu runtuh menimbun lebih dari 1.500 orang di bawah reruntuhan, dengan 502 orang meninggal dunia dan 937 korban luka. Lebih menyedihkan, enam orang tidak pernah ditemukan hingga saat ini.

Investigasi menyimpulkan bahwa keruntuhan Sampoong disebabkan oleh buruknya perencanaan konstruksi dan kelalaian pengelola, yang sudah muncul sejak pembangunan gedung pada 1987. Memilih untuk membangun di lahan yang tidak stabil dan menolak saran kontraktor untuk merancang struktur bangunan yang lebih aman telah menjadi akar masalah dari tragedi tersebut.

Source link