Peran Produk Populer dalam Kemajuan Singapura dan RI

by -79 Views

Singapura Maju Berkat Air Conditioner, Bagaimana Bisa?

Jakarta, CNBC Indonesia – Barang yang kini banyak dipakai masyarakat Indonesia ternyata pernah menjadi salah satu kunci keberhasilan Singapura berubah dari negara miskin menjadi negara maju. Barang tersebut adalah pendingin ruangan atau Air Conditioner (AC). Hanya karena penggunaan AC ekonomi negara di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Lee Kuan Yew (1965-1990) tumbuh rata-rata 8% per tahun selama tiga dekade. Lantas, bagaimana AC bisa ikut berperan dalam kemajuan Singapura?

Ini tak terlepas dari kekhawatiran Lee Kuan Yew terhadap Singapura yang sangat rentan. Negara ini tidak memiliki sumber daya alam dan harus mengandalkan kualitas sumber daya manusia untuk bertahan dan berkembang. Dalam autobiografi berjudul The Singapore Story (2012), Lee menyebut dirinya berupaya keras menciptakan generasi unggul yang mampu menggantikan kekurangan sumber daya alam. Salah satu caranya adalah berinvestasi besar di sektor pendidikan dengan mengirim pelajar terbaik ke luar negeri dan mewajibkan mereka kembali untuk membangun Singapura.

Kebijakan Pro-AC Lee Kuan Yew

Dalam wawancara dengan jurnalis senior Nathan Gardels pada 2009, Lee mengungkap salah satu kebijakan pertama yang dia lakukan setelah menjadi Perdana Menteri adalah memasang AC di gedung-gedung pemerintahan. “Hal pertama yang saya lakukan setelah jadi Perdana Menteri adalah memasang pendingin udara di gedung-gedung tempat pegawai negeri kerja. Ini adalah kunci efisiensi publik,” kata Lee dalam wawancara berjudul The East Asian Way–With Air Conditioning (2009).

Menurut Lee, kehadiran AC memungkinkan masyarakat di wilayah tropis bekerja lebih produktif tanpa terganggu cuaca panas. “AC sukses mengubah sifat peradaban dengan memungkinkan pembangunan di daerah tropis,” ujarnya. Dia menilai, tanpa pendingin udara, produktivitas pekerja akan menurun karena kondisi panas membuat orang sulit berkonsentrasi dan hanya nyaman bekerja pada pagi atau malam hari.

AC & Produktivitas Pekerja

Pandangan Lee tersebut sejalan dengan berbagai riset modern. Salah satunya penelitian berjudul The Impact of Temperature on Manufacturing Worker Productivity (2018). Tim peneliti dari China menemukan bahwa bekerja dalam cuaca panas dapat menurunkan kemampuan kognitif. Dengan kata lain, di negara tropis, AC menjadi salah satu intervensi paling efektif untuk menjaga produktivitas.

Lee juga menyebut pemerintah Singapura memberikan perlindungan dan dukungan terhadap industri AC. Bersama berbagai kebijakan lainnya, strategi tersebut ikut menopang pertumbuhan ekonomi Singapura. Data World Economic Forum menunjukkan GDP per kapita Singapura melonjak dari sekitar US$500 pada 1965 menjadi US$14.500 pada 1991. Selama periode tersebut, ekonomi Singapura tumbuh rata-rata 8% per tahun.

Source link