Pemimpin Tertinggi Iran Soroti Pidato Presiden RI

by -47 Views

Ayatollah Ali Khamenei: Memori Persatuan dalam Perbedaan

Naskah ini adalah bagian dari CNBC Insight yang menjelaskan sejarah melalui relevansinya di masa kini. Jenazah mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sedang disemayamkan di Mosalla Agung Teheran sebelum dimakamkan di Mashhad.

Kisah Unik di Balik Cell No. 14

Saat berada dalam sel politik di era pemerintahan Shah Mohammad Reza Pahlavi, Khamenei berbagi ruang dengan seorang jurnalis dari Partai Komunis Tudeh yang merahasiakan identitasnya. Pertemuan mereka menggambarkan dialog unik di tengah kesulitan.

Pemuda tersebut takut diajak bergabung dalam organisasi Islam oleh Khamenei karena ia tidak mempercayai agama. Namun, respon Khamenei terhadap perbedaan keyakinan tersebut mengungkap kebijaksanaannya terhadap persatuan dalam keberagaman.

Pesan dari Pidato Soekarno

Khamenei menegaskan, seperti yang disampaikan oleh Presiden Soekarno dalam Konferensi Asia-Afrika, bahwa persatuan tidak bergantung pada kesamaan agama, budaya, atau sejarah tetapi pada “kesatuan kebutuhan.” Perspektif ini mempersatukan tahanan politik meskipun berbeda pandangan.

Pemuda komunis terkejut saat Khamenei menggunakan pidato Soekarno sebagai argumen. Hal ini mengubah dinamika hubungan mereka dan menciptakan keakraban baru di balik tembok penjara.

Kisah unik di Cell No. 14 menggambarkan bahwa persatuan dalam perbedaan merupakan kunci dalam menghadapi penindasan. Meski dengan latar belakang yang berbeda, mereka menemukan titik temu dalam perjuangan yang sama, sebuah pelajaran berharga yang tetap relevan hingga hari ini.

Source link