Tanda-tanda Gula Darah Tinggi yang Perlu Diwaspadai
Gula darah tinggi atau hiperglikemia sering kali berkembang secara perlahan sehingga banyak orang tidak menyadari gejalanya. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda awal diabetes dan berisiko menimbulkan komplikasi serius bila tidak segera ditangani.
Gejala Hiperglikemia yang Perlu Diketahui
Kelebihan kadar gula dalam darah membuat tubuh kesulitan menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Akibatnya, berbagai organ mulai terpengaruh dan memunculkan beragam gejala, mulai dari rasa haus yang terus-menerus hingga gangguan pada saraf.
Jika dibiarkan dalam waktu lama, hiperglikemia dapat merusak pembuluh darah, saraf, mata, ginjal, hingga jantung. Berikut 11 tanda gula darah tinggi yang perlu diwaspadai:
- Haus berlebihan: Rasa haus yang terus muncul meski sudah banyak minum merupakan salah satu tanda paling umum gula darah tinggi. Kondisi ini terjadi karena ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan glukosa melalui urine, sehingga tubuh kehilangan banyak cairan dan memicu dehidrasi.
- Sering buang air kecil: Peningkatan frekuensi buang air kecil, terutama pada malam hari, juga bisa menjadi tanda hiperglikemia. Ginjal menarik lebih banyak air dari jaringan tubuh untuk membantu mengeluarkan gula berlebih melalui urine.
- Mudah lapar: Meski kadar gula dalam darah tinggi, sel-sel tubuh tidak dapat memanfaatkannya sebagai energi akibat kekurangan atau gangguan kerja insulin. Akibatnya, tubuh memberi sinyal lapar karena merasa kekurangan energi.
- Penglihatan kabur: Kadar gula darah yang tinggi dapat menarik cairan dari lensa mata sehingga kemampuan mata untuk fokus terganggu. Akibatnya, penglihatan menjadi kabur atau tidak jelas.
- Mudah lelah: Tubuh membutuhkan glukosa sebagai sumber energi. Ketika glukosa tidak bisa masuk ke dalam sel, tubuh akan kekurangan energi sehingga penderita lebih mudah merasa lemas, lesu, dan mengantuk, terutama setelah mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat.
- Lebih mudah terkena infeksi: Hiperglikemia dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan risiko infeksi jamur pada area genital atau infeksi lainnya.
- Masalah pada kulit: Kulit kering, gatal, serta luka sulit sembuh dapat menjadi tanda gula darah tinggi. Terutama acanthosis nigricans, bercak kulit gelap pada leher, ketiak, atau lipatan tubuh dapat terjadi.
- Perubahan suasana hati: Kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi suasana hati, membuat penderita mudah marah, sedih, atau mengalami perubahan emosi lainnya.
- Sakit perut: Hiperglikemia yang berlangsung lama dapat merusak saraf pada lambung sehingga menyebabkan nyeri perut atau gangguan pencernaan.
- Berat badan turun tanpa sebab: Penurunan berat badan tanpa sebab dapat terjadi karena tubuh mulai membakar lemak dan otot sebagai sumber energi saat glukosa tidak dapat dimanfaatkan.
- Mati rasa atau kesemutan: Kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf tepi, menyebabkan mati rasa, kesemutan, nyeri pada tangan, kaki, atau tungkai.
Berbagai Komplikasi Akibat Gula Darah Tinggi yang Perlu Diwaspadai
Hiperglikemia kronis atau gula darah tinggi yang berlangsung dalam waktu lama dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Beberapa di antaranya adalah:
Komplikasi yang Dapat Terjadi
- Kerusakan mata (Retinopati): Kadar gula darah tinggi dapat merusak pembuluh darah pada retina mata, menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan.
- Kerusakan ginjal (Nefropati): Hiperglikemia dapat merusak fungsi ginjal secara bertahap, berkembang menjadi penyakit ginjal kronis hingga gagal ginjal.
- Kerusakan saraf (Neuropati): Gula darah tinggi dapat menyebabkan neuropati perifer maupun neuropati otonom, mengganggu fungsi saraf.
- Penyakit jantung dan penyakit arteri perifer: Hiperglikemia meningkatkan risiko penyakit jantung serta penyakit arteri perifer yang menyebabkan pembuluh darah menyempit.
- HHNKC: Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah melebihi 600 mg/dL, dapat mengakibatkan rasa haus berlebihan, kebingungan, hingga kelumpuhan.
- Ketoasidosis diabetik (DKA): Terjadi ketika tubuh kekurangan insulin sehingga menghasilkan keton dalam jumlah tinggi, membuat darah menjadi lebih asam.
- Komplikasi kehamilan: Diabetes yang tidak terkontrol selama kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran, preeklamsia, kadar gula darah rendah pada bayi baru lahir.
