Penjarahan Keraton Yogyakarta: Uang Tunai & Emas Raib

by -108 Views

Serangan Besar terhadap Keraton Yogyakarta Tahun 1812

Naskah ini adalah bagian dari CNBC Insight yang mengulas sejarah untuk menyoroti kondisi masa sekarang melalui kejadian bersejarah di masa lalu.

Serangan dan Penjarahan Keraton Yogyakarta

Pada subuh 20 Juni 1812, pasukan Inggris melancarkan serangan besar ke Keraton Yogyakarta yang dipimpin oleh Sultan Hamengkubuwana II. Serangan ini berhasil merebut keraton dan membawa jatuhnya sultan dari takhtanya. Aksi penjarahan terhadap harta kerajaan seperti uang, pusaka, dan naskah bersejarah pun menyusul.

Menurut sejarawan M.C. Ricklefs dan Peter Carey, serangan ini tidak hanya berdampak pada kerugian dunia materi, tetapi juga meruntuhkan kekuasaan dan kedaulatan kesultanan di masa itu. Penjarahan besar-besaran terjadi, dan harta senilai ratusan ribu dolar Spanyol dari perbendaharaan Kesultanan Yogyakarta jatuh ke tangan Inggris.

Ketegangan dan Pertempuran

Setelah Inggris merebut Pulau Jawa dari Belanda pada 1811, Sultan Hamengkubuwana II menolak tunduk kepada pemerintahan Inggris di bawah Thomas Stamford Raffles. Hal ini memicu ketegangan yang berujung pada pertempuran sengit di Keraton Yogyakarta. Pasukan Inggris yang terdiri dari tentara Eropa dan Sepoy India menyerbu keraton dan berhasil merebutnya setelah pertempuran hebat.

Keberhasilan Inggris menyerang Keraton Yogyakarta juga diikuti dengan penjarahan besar terhadap harta kerajaan, yang menyebabkan gangguan pada operasional kesultanan yang bergantung pada dana perbendaharaan dan sumber daya lainnya. Sultan Hamengkubuwana II pun akhirnya ditangkap, dilengserkan, dan diasingkan ke Penang.

Penjarahan di Keraton Yogyakarta pada tahun 1812 menjadi peristiwa bersejarah yang membawa dampak yang signifikan bagi kesultanan dan sejarah Jawa pada umumnya.

Source link