Skandal Wilayah Menteng: Anak Crazy Rich Siksa Gelandangan

by -103 Views

Skandal Keluarga Penguasa Tanah di Menteng

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu lewat relevansinya di masa kini. Jakarta, CNBC Indonesia – Kawasan Menteng kini identik dengan permukiman elite. Namun lebih dari seabad lalu, wilayah tersebut pernah diguncang skandal yang melibatkan keluarga penguasa tanahnya sendiri.

Di tahun 1908, keluarga Said Ali bin Shahab, salah satu orang kaya dan pemilik tanah terbesar di Menteng, terlibat dalam kasus kontroversial. Skandal itu melibatkan putranya, Said Abdul Mutalib, dan seorang pembantunya bernama Entong. Kasus tersebut melewati batas-batas moralitas pada masa itu dan mencoreng reputasi keluarga tersebut.

Kasus Penyiksaan Gelandangan

Kronologi kasus dimulai ketika seorang gelandangan menolak membayar pungutan kepada Said Ali bin Shahab sebagai tuan tanah. Penolakan itu memicu kemarahan Abdul Mutalib yang kemudian mengambil tindakan ekstrem dengan menyiksa korban. Korban ditangkap, dibawa ke kandang rumah pedesaan, diikat, dan dianiaya oleh Abdul Mutalib dan para pembantunya.

Peristiwa tragis tersebut terungkap pada tahun 1908 dan mengejutkan seluruh Batavia. Meskipun Said Ali bin Shahab mengetahui kejadian tersebut, ia tidak mencegahnya. Sebagai konsekuensinya, tidak hanya Abdul Mutalib yang ditangkap, tetapi juga Said Ali bin Shahab sendiri karena dianggap membiarkan tindakan penyiksaan terjadi di propertinya.

Pengadilan dan Perubahan Pemilikan Tanah

Setelah menjalani proses hukum selama sembilan bulan, akhirnya pengadilan memberikan vonis. Abdul Mutalib dijatuhi hukuman sepuluh bulan kerja paksa tanpa rantai. Sementara itu, pemerintah kolonial tengah bernegosiasi untuk membeli sebagian tanah milik keluarga Shahab di Menteng. Pemerintah akhirnya membeli lahan beserta bangunan dengan harga 1.310.000 gulden.

Setelah transaksi tersebut selesai dan kasus hukum tertutup, tanah keluarga Shahab dialihkan ke pemerintah kota. Menteng kemudian dikembangkan menjadi kawasan permukiman modern bagi elite Batavia. Citra Menteng sebagai kawasan elite tetap melekat hingga saat ini.

Sumber: CNBC Indonesia

Source link