Naskah Spesial: Jenderal Ahmad Yani dan Panggilan Tak Terduga dari Bung Karno
Naskah ini adalah bagian eksklusif dari rubrik CNBC Insight yang menyoroti kisah sejarah menarik di Indonesia.
Wangsit Tak Terduga
Pada suatu waktu, seorang jenderal TNI, Ahmad Yani, mendapat panggilan tiba-tiba untuk datang ke Istana Negara. Presiden Soekarno memberinya tugas yang tak terduga: menjadi penggantinya jika suatu hari Soekarno tak bisa lagi memimpin. Keputusan ini bukan hasil dari perbincangan politik, melainkan wangsit yang dipercayai oleh Soekarno.
Kisah dalam Tidur Siang
Dalam sebuah narasi yang dikutip dari buku Haryasudirja: Tokoh Pejuang Kemerdekaan, Ahmad Yani menceritakan bahwa Soekarno menerima wangsit penting tersebut dalam tidurnya. Meskipun terkejut, Yani enggan langsung menerima karena merasa ada tokoh lain yang lebih senior.
Menurut Soekarno, petunjuk yang ia terima sangat jelas. Ahmad Yani adalah pilihan yang tepat sebagai pengganti dirinya.
Kedekatan dan Kesedihan
Hubungan yang erat antara Soekarno dan Ahmad Yani terjalin sejak Yani dipercayakan memimpin Angkatan Darat pada 1962. Soekarno suka dengan karakter fleksibel dan kepercayaan yang dimiliki Yani. Namun, nasib berkata lain, Yani menjadi korban dalam peristiwa G30S.
Kehilangan Yani membuat harapan Soekarno sirna. Pasca-peristiwa itu, Soeharto muncul sebagai pemimpin baru dan menjabat sebagai Presiden RI kedua, mengubah arah kekuasaan di Indonesia.





