Sejarah Mencekam Tanah Menteng yang Nyaris Jadi Kuburan Warga Jakarta
Naskah ini akan membahas sejarah mengejutkan tanah Menteng di Jakarta yang hampir saja menjadi kuburan warga Jakarta. Namun, akhirnya justru menjadi simbol kemewahan dan elit di ibu kota. Mari kita ulas lebih dalam.
Rencana Pemerintah Kolonial dan Tanah Keluarga Shahab
Pada tahun 1908, pemerintah kota Batavia bernegosiasi untuk membeli tanah di Menteng milik keluarga Shahab dengan nilai transaksi mencapai 310.000 gulden. Rencana awal pembelian ini adalah untuk memiliki tanah sendiri guna mengatur perkembangan kawasan sesuai kepentingan publik.
Salah satu pertimbangan utama adalah untuk menyediakan lahan pemakaman baru di tengah banyaknya lahan pribadi di Batavia. Meskipun demikian, pemerintah kota belum memiliki rencana pasti untuk seluruh lahan yang akan dibeli.
Transformasi Menjadi Kawasan Elite
Awalnya direncanakan sebagai lokasi pemakaman, Menteng mengalami perubahan besar dan berkembang menjadi salah satu proyek perumahan paling modern pada masanya. Adolf Heuken dalam bukunya menjelaskan bahwa pemerintah kolonial membangun kawasan ini sebagai hunian sehat bagi masyarakat kelas atas.
Perusahaan real estate NV De Bouwploeg memainkan peran penting dalam transformasi Menteng. Mereka mulai membeli tanah di kawasan itu sejak tahun 1908, mengubahnya menjadi kawasan taman modern dan simbol prestise. Meskipun hampir menjadi tempat pemakaman, Menteng kini tetap menjadi wilayah bersejarah dan mahal di Jakarta.





