Warga Bakar Arang: 125 Ha Hutan Cemara Bromo Terbakar

by -107 Views






Kebakaran Hutan Gunung Bromo: Sebuah Ulasan Sejarah

Kebakaran Hutan Gunung Bromo: Sebuah Ulasan Sejarah

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu melalui relevansinya di masa kini.

Kebakaran Hutan Gunung Bromo Tidak Baru

Jakarta, CNBC Indonesia – Kebakaran hutan dan lahan yang kembali melanda kawasan Gunung Bromo sejak 3 Agustus 2026 ternyata bukan persoalan baru. Puluhan tahun lalu, kawasan yang berada di Pegunungan Tengger ini juga pernah dilanda kebakaran besar. Salah satunya terjadi pada 1953 dan diduga dipicu aktivitas warga yang membakar arang.

Kebakaran Besar pada 1953

Salah satu kebakaran terjadi pada 1953 di lereng Gunung Bromo, sekitar Sapikerep, Kecamatan Sukapura. Laporan Java-bode (31 Juli 1953) menyebut kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 125 hektare hutan cemara dan sebidang lahan penanaman baru.

Hal serupa terjadi juga 20 tahun sebelumnya. Pada 16 Oktober 1933, kebakaran terjadi di kawasan Laut Pasir atau Zandzee di Pegunungan Tengger yang kemudian menyebar ke arah Lumajang dan Malang.

Upaya Pemadaman dan Dampak

Kebakaran pada 1953 bahkan berdampak pada Cagar Alam Bromo. Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama oleh aparat dan penduduk setempat. Kebakaran baru mereda setelah berlangsung selama 3-4 hari. Meski api sudah padam, jejaknya tak bisa hilang dalam waktu cepat. Butuh waktu lama bagi Bromo untuk kembali hijau seperti sedia kala.

Pentingnya Kelestarian Gunung Bromo

Bromo telah lama menjadi tujuan wisata yang populer. Sejak awal abad ke-20, pelancong asing sudah mengunjungi kawasan ini, termasuk menyaksikan matahari terbit dari Bromo. Kelestarian alam di Bromo menjadi faktor penting dalam daya tarik wisata kawasan tersebut.

Atas dasar ini, kebakaran yang melanda kawasan Bromo sejak dulu bukan hanya soal hutan yang terbakar, tetapi juga menyangkut kelestarian lanskap alam yang menjadi daya tarik wisata hingga hari ini.

(mfa/mfa)

Source link