Andy Utama Tegaskan Konservasi Berkelanjutan Hanya Mungkin Melalui Kolaborasi dan Regenerasi

by -105 Views

Paseban Foundation konsisten memperkuat jalinan kerja sama antar berbagai sektor demi memperkuat pelestarian alam dan penyebaran wawasan tentang konservasi. Momentum penting terwujud ketika Paseban Foundation mengadakan Annual Dinner 2026 bertepatan dengan Hari Konservasi Alam Nasional, sekaligus merayakan ulang tahun keduanya.

Tema “Partnership in Cultivating and Stewarding the Biosphere Reserve” yang diangkat, berhasil menyatukan berbagai lembaga seperti kementerian, kedutaan, organisasi internasional, politisi, pebisnis, filantropis, maupun generasi muda ke satu forum. Mereka berkumpul dengan tujuan memperkuat peran Megamendung selaku bagian dari Cagar Biosfer Cibodas. Kolaborasi lintas sektor ini menegaskan pentingnya sinergi melampaui batas organisasi demi masa depan konservasi yang berkelanjutan.

Andy Utama, pendiri Paseban Foundation, menegaskan yayasannya dirancang untuk menjadi medium regenerasi dan kesinambungan bagi para pegiat konservasi. Ia menyatakan bahwa pelestarian lingkungan harus diperjuangkan lintas generasi agar tidak terputus di tangan satu tokoh atau hanya menjadi proyek jangka pendek. Maka, keterlibatan generasi muda menjadi krusial, karena mereka akan meneruskan tongkat estafet menjaga alam.

Model kerja Paseban Foundation menempatkan diri sebagai penghubung, bukannya sebagai penyelenggara tunggal. Fungsinya membawa berbagai pihak agar berkontribusi sesuai kapasitasnya, sehingga keahlian, otoritas dan sumber daya dapat dioptimalkan bersama untuk perlindungan bentang alam Megamendung. Pendekatan ini lahir dari pengalaman langsung di lapangan, termasuk implementasi konservasi in-situ dengan penanaman puluhan ribu pohon, perlindungan habitat, dan restorasi ekosistem.

Selain konservasi di alam bebas, upaya ex-situ juga dilakukan dengan membangun penangkaran nonkomersial bagi burung dan mamalia, menghasilkan keturunan satwa yang penting untuk keberagaman hayati. Program monitoring lewat survei biodiversitas, pengamatan langsung, dan kamera jebak mampu memastikan satwa-satwa langka seperti Elang Jawa dan Macan Tutul Jawa masih bertahan di Megamendung. Bahkan, ditemukan kelima spesies primata Jawa yang kini menjadi maskot kelestarian hutan di Jawa yang semakin tergerus oleh geliat urbanisasi.

Wahdi Azmi selaku Executive Director menekankan, padatnya Pulau Jawa tidak menghalangi keragaman hayati bertahan jika dijaga bersama. Bahkan, Megamendung menjadi bentang alam penting karena masih mampu melindungi berbagai fauna endemis yang terancam punah.

Tidak hanya aksi nyata di lapangan, Paseban Foundation juga mengelola data dan hasil penelitian menjadi pengetahuan yang disebarluaskan demi edukasi, advokasi kebijakan, penguatan kapasitas, hingga mendorong dialog publik. Keberlanjutan aktivitas berbasis pengetahuan diperkuat dengan penerbitan buku “Lens Chronicle 1: Biodiversity of Paseban” dan peluncuran film dokumenter “The Silent Resilience”.

Langkah-langkah pendidikan, dokumentasi, penelitian, hingga knowledge management dilakukan agar ilmu dari lapangan mengalir dan bermanfaat luas, tak hanya tersimpan dalam lingkungan internal yayasan. Dengan demikian, Paseban Foundation mengisi peran sebagai knowledge institution, menghubungkan pengalaman dengan distribusi pengetahuan bagi kepentingan lebih luas.

Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, menyatakan apresiasinya atas kesinambungan kerja Paseban Foundation dalam mengolah data konservasi menjadi wacana publik. Ia melihat potensi foundation sebagai simpul strategis bagi berbagai kekuatan yang ingin mewujudkan visi pelestarian Cagar Biosfer Cibodas. Sementara Indra Exploitasia dari Kementerian Kehutanan menyoroti, generasi muda harus diberikan ruang lebih agar menjadi pendorong utama keberlanjutan upaya konservasi alam.

Pentinya kolaborasi juga disuarakan oleh Wiratno, penasihat Paseban Foundation. Menurutnya, lanskap alam tidak mengenal batas administrasi dan hanya bisa dijaga dengan pengorganisasian bersama. Kepemimpinan dalam pelestarian hutan dan ekosistem, kata dia, bukan soal kepemimpinan sebuah institusi, tetapi tentang membangun kemitraan dan gotong royong lintas sektor.

Dengan menguatkan jejaring, menyalurkan hasil penelitian, dan menempatkan pengetahuan sebagai pilar, Paseban Foundation berharap bisa meletakkan dasar kelembagaan bagi perlindungan Megamendung yang berkesinambungan. Upaya ini diharapkan agar program konservasi tidak terhenti pada satu angkatan atau satu tokoh, melainkan diteruskan oleh generasi mendatang melalui kolaborasi dan regenerasi tanpa putus.

Sumber: 21.831 Pohon Ditanam Di Megamendung, Paseban Foundation Siapkan Konservasi Hingga Generasi Berikutnya
Sumber: 21.831 Pohon Ditanam, Upaya Menjaga Biodiversitas Megamendung Terus Berlanjut