Menkeu RI: Anaknya Enggan Jadi PNS, Alasannya Menyentuh Banyak Godaan

by -60 Views

Pilihan Karier di Luar Birokrasi: Pesan dari Mantan Menteri Keuangan Indonesia

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.

Menjadi pegawai negeri kerap dianggap sebagai pilihan karier yang aman. Status pekerjaan yang relatif stabil membuat banyak orang tua berharap anak-anaknya mengikuti jalur tersebut. Namun, pandangan berbeda pernah disampaikan Menteri Keuangan era Orde Baru, Mar’ie Muhammad.

Pesan Tolak Jadi Pegawai Negeri

Pada suatu kesempatan, Mar’ie Muhammad meminta anak-anaknya untuk mencari pekerjaan di luar birokrasi setelah menyelesaikan pendidikan mereka. Hal ini terungkap dalam autobiografi berjudul Mr.Clean Marie Muhammad (2025), di mana istri Mar’ie, Etty Muhammadl, mengingat permintaan tersebut.

Sang mantan Menteri Keuangan sendiri, meskipun menjalani sebagian besar karier sebagai aparatur negara, berharap agar keturunannya tidak mengikuti jejaknya. Pesan ini cukup kontroversial mengingat posisi Mar’ie dalam birokrasi pada masa itu.

Alasan Menolak Pegawai Negeri

Mar’ie Muhammad tidak memberikan penjelasan panjang mengapa ia melarang anak-anaknya menjadi pegawai negeri. Namun, ia mengingatkan mereka mengenai berbagai godaan yang mungkin dihadapi ketika bekerja di lingkungan birokrasi. Beliau menyarankan anak-anaknya menimbang bidang pekerjaan lain, seperti membuka usaha sendiri.

Pengalaman Mar’ie dan pendahulunya, J.B. Sumarlin, dalam menghadapi praktik korupsi dan pungutan liar di birokrasi menjadi latar belakang pesan tersebut. Keduanya menunjukkan komitmen dalam memberantas korupsi dan memperbaiki tata kelola pemerintahan.

Meski meniti karier sebagai pegawai negeri hingga mencapai posisi Menteri Keuangan, Mar’ie Muhammad berharap anak-anaknya memilih jalur karier di luar dunia birokrasi. Pengalaman panjangnya di pemerintahan menjadi dasar bagi pesan tersebut, sebagai upaya menjauhkan generasi mendatang dari godaan korupsi dan pungutan liar di lingkungan birokrasi.

Source link