Mulai dari awal musim Formula 1 tahun ini, Ferrari dan McLaren berhasil melakukan perbaikan drastis pada mobil mereka. Keduanya bahkan sudah meraih dua kemenangan masing-masing, mengancam posisi dominan yang biasanya dipegang oleh tim Mercedes. Namun, sang principal dari tim McLaren, Andrea Stella, tidak sepenuhnya percaya dengan pernyataan dari Toto Wolff, bos tim Mercedes, yang mengklaim bahwa Mercedes tidak memiliki anggaran yang cukup untuk mempercepat pengembangan mobil.
Persaingan Ketat Antara Tim
Mercedes dikritik karena hanya mengeluarkan sedikit upgrade aerodinamika dibandingkan pesaingnya. Rencananya, Mercedes akan membawa paket yang lebih besar ke Grand Prix Bahrain bulan Oktober. Hal ini membuat Mercedes rentan terhadap kerugian di tiga putaran September berikutnya di Italia, Spanyol, dan Azerbaijan. Ketika dimintai tanggapan terkait keputusan pengembangan tersebut, Wolff menyatakan bahwa timnya terbatas dengan alokasi anggaran $215 juta yang tersedia.
Mercedes Didesak untuk Berinovasi
Andrea Stella meragukan klaim Mercedes karena perubahan regulasi tenaga pada tahun 2027 memberikan tambahan anggaran sebesar $3 juta untuk membantu tim mempersiapkan perubahan tersebut. Menurut Stella, Mercedes seharusnya bisa menggunakan alokasi tersebut untuk menghasilkan komponen mobil yang telah ditingkatkan.
“Saya yakin mobil Mercedes yang diuji di terowongan angin jauh lebih cepat dibandingkan mobil yang mereka gunakan saat ini. Mereka pasti akan menginginkan pembaruan. Tentu saja, lebih baik jika mereka memang tidak melakukannya, tetapi saya bahkan tidak mau memikirkan itu…” kata Stella.
Di akhir musim nanti, akan terlihat apakah Mercedes mampu melakukan pengembangan mobil seperti yang dilakukan saat ini. Persaingan antara tim semakin ketat, dan penggemar F1 pun dibuat penasaran dengan pengembangan selanjutnya dari tiap tim.





