Pemerintah Ubah Aturan Pajak, Tagihan Orang Kaya Dihapus

by -57 Views

Naskah Sejarah: Keterkejutan Perlakuan Pajak Kepada Adolf Hitler

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyoroti sejarah untuk menggali relevansi dengan kondisi masa kini.

Keistimewaan Perlakuan Pajak untuk Adolf Hitler

Pemerintah Jerman pernah mengeluarkan aturan pajak yang menghebohkan demi membebaskan seorang pemimpin dari kewajiban membayar pajak. Sosok yang dimaksud adalah Adolf Hitler, Kanselir Jerman pada tahun 1933-1945.

Seperti yang diketahui, Hitler saat itu adalah salah satu tokoh kaya di Jerman berkat bukunya, Mein Kampf. Buku tersebut laris di pasaran dan memberikan pendapatan besar bagi Hitler.

Mengubah Aturan Pajak

Pada tahun 1933, Hitler seharusnya membayar pajak sekitar 600 ribu Reichsmark atau setara dengan US$8 juta. Nilai tersebut melambung jika dibandingkan dengan pendapatan masyarakat Jerman pada masa itu.

Meskipun konflik dengan kantor pajak sudah berlangsung lama, hal ini berubah saat Hitler berkuasa. Pemerintah Jerman kemudian mengubah aturan pajak dengan Undang-Undang Pemberdayaan Pajak, yang secara langsung membebaskan Hitler dari kewajiban membayar pajak seumur hidup.

Perlakuan Khusus

Hitler bukan hanya dibebaskan dari pajak, tetapi juga menjadi satu-satunya pemimpin dalam sejarah modern yang mendapatkan perlakuan khusus seperti itu. Bahkan kepala kantor pajak yang membantunya, Ludwing Mirre, juga mendapat promosi dan kenaikan gaji signifikan setelah insiden tersebut.

Sementara pemerintah Jerman pada saat itu tengah berusaha mencari sumber pendapatan untuk membiayai program pemulihan ekonomi dan agenda politik rezim Nazi. Ironisnya, Hitler sendiri terhindar dari beban membayar pajak atas kekayaannya.

Ketidakhadiran kewajiban pajak dari seorang pemimpin yang seharusnya memberikan contoh bagi masyarakat menjadi ironi tersendiri pada masa itu.

Source link