Tuduhan Terhadap Jaksa Agung dan Teror Maut

by -46 Views






Gatot Tarunamihardja: Jaksa Agung Pemberani yang Alami Teror

Gatot Tarunamihardja: Jaksa Agung Pemberani yang Alami Teror

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia – Sejak berdiri tepat hari ini 81 tahun lalu, Kejaksaan Agung RI telah melahirkan banyak sosok yang dikenal berani dalam penegakan hukum. Salah satu sosok yang menonjol dalam sejarahnya adalah Gatot Tarunamihardja, Jaksa Agung pertama RI yang berani mengusut dugaan korupsi besar hingga harus menghadapi teror dan nyaris kehilangan nyawa. Gatot pertama kali menjabat sebagai Jaksa Agung pada Agustus-Oktober 1945 dan kemudian pada April-September 1959.

Tekad Membersihkan Korupsi

Dengan reputasi yang tinggi, Gatot bertekad membersihkan praktik korupsi yang saat itu telah mengakar di berbagai lembaga negara. Pada salah satu kasus, Gatot menghadapi perlawanan dari pejabat tinggi lembaga terkait, namun tetap melanjutkan penyelidikan. Ia bahkan melibatkan kepolisian dalam proses penyelidikan untuk maksimal.

“Untuk lebih baik melanjutkan penyelidikannya, Gatot menuntut wewenang khusus atas kepolisian,” ungkap Daniel S. Lev dalam The Politics of Judicial Development in Indonesia (1965).

Teror dan Pembunuhan yang Hampir Terjadi

Gatot dihadapkan pada tekanan yang semakin besar dalam upaya memberantas korupsi. Ia bahkan sampai mengalami teror, termasuk percobaan pembunuhan. Pada September 1959, Gatot tiba-tiba ditangkap dan ditahan atas tuduhan yang bersangkutan dengan usahanya yang dianggap merugikan nama baik pimpinan lembaga dan membangun jaringan rahasia di alat-alat negara.

Gatot membantah tuduhan tersebut, namun setelah dilibatkan Presiden Soekarno, Gatot akhirnya dibebaskan. Pihak yang terlibat dalam kasus tersebut dimutasi, dan Gatot tidak kembali menjabat sebagai Jaksa Agung.

Sumber: CNBC Indonesia

Source link