Skandal Korupsi Pejabat RI Terungkap: Istri Kedua Kejar Warisan

by -96 Views

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.

The Untold Corruption Case of Ahmad Thahir: Warisan Rp1,3 Triliun yang Terbongkar

Jakarta, CNBC Indonesia – Sepandai-pandainya menyimpan bangkai, baunya akan tercium juga. Peribahasa ini barangkali tepat untuk menggambarkan kasus korupsi Rp1,3 triliun mantan pejabat tinggi BUMN Ahmad Thahir yang terbongkar karena istri keduanya berupaya mengambil warisan.

Ahmad Thahir merupakan mantan pejabat tinggi salah satu BUMN. Semasa hidup, Thahir menikah dua kali. Pada 1960-an, dia menikah dengan Rukiah. Setelah bercerai, Thahir kembali menikah pada 1974 dengan perempuan bernama Kartika.

Namun, pernikahan tersebut hanya berlangsung sekitar dua tahun. Pada 1976, Thahir meninggal dunia. Setelah kematiannya, persoalan mengenai harta peninggalannya justru membuka perkara yang lebih besar.

Perburuan Warisan Mantan Pejabat BUMN

Diberitakan koran Bernas, empat hari setelah kematian Thahir, Kartika terbang dari Swiss ke Singapura untuk mengambil simpanan mendiang suaminya di Bank Sumitomo. Nilainya mencapai US$78 juta atau sekitar Rp160-an miliar saat itu, yang jika dikonversikan dengan nilai rupiah saat ini, nominal tersebut setara sekitar Rp1,3 triliun.

Upaya Kartika untuk mengambil warisan gagal setelah anak-anak Thahir dari pernikahan pertama lebih dulu memblokir rekening tersebut. Perselisihan mengenai harta peninggalan Thahir pun terjadi antara Kartika dan anak-anak dari pernikahan sebelumnya.

Perjuangan Pemerintah dan Pengadilan

Dugaan korupsi uang tersebut kemudian sampai ke telinga Presiden Soeharto. Presiden meminta Benny Moerdani turun tangan untuk mengejar uang tersebut dan mengembalikannya ke rekening negara. Meskipun proses hukum panjang, pada akhirnya pengadilan Singapura memutuskan bahwa pemerintah berhak atas deposito senilai US$78 juta atau sekitar Rp1,3 triliun yang berasal dari uang suap.

Kemenangan pemerintah Indonesia di Singapura pun disambut baik di dalam negeri. Menteri Keuangan J.B Sumarlin mengatakan dana tersebut akan diamankan dan digunakan untuk kepentingan masyarakat.

Setelah penantian panjang selama belasan tahun, uang tersebut akhirnya berhasil dikembalikan dan masuk ke kas negara untuk digunakan bagi kepentingan masyarakat. Sementara itu, Kartika dan anak-anak Thahir dari pernikahan pertamanya harus gigit jari.

(mfa)

Source link