Bantuan Uang & Beras untuk Warga Pasca Meletusnya Krakatau

by -101 Views



Letusan Gunung Krakatau 1883: Kisah Penyintas dan Bantuan Pascabencana

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia – Letusan Gunung Krakatau pada 27 Agustus 1883 membuat banyak warga yang selamat kehilangan rumah, harta benda hingga sumber penghidupan. Namun, para penyintas tidak sepenuhnya dibiarkan menghadapi kehancuran seorang diri. Setelah bencana, sejumlah korban mendapat bantuan berupa makanan dan uang. Salah satu penyintas yang mencatat pengalaman tersebut adalah Ong Leng Yauw, warga Karangantu, Banten.

Bantuan dari Pemerintah dan Dermawan

Tercatat, bantuan yang diterimanya berupa satu gantang beras dan uang 1,50 gulden setiap minggu. Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk santunan yang diterima Ong setelah kehilangan harta benda akibat bencana.

“Beberapa hari kemudian saya dipanggil ke kabupaten dan mendapat bantuan satu gantang beras serta uang 1,50 gulden setiap minggu,” kenang Ong saat menceritakan pengalamannya kepada Kwee Tek Hoay dalam memoar berjudul Apa jang saja denger tentang kamandjoerannja klenteng Kwan Im di Bantam (1937).

Perjuangan Penyintas

Ong bisa selamat dari bencana mematikan tersebut setelah berhasil menyelamatkan diri ke atas pohon saat tsunami menerjang. Di tengah kepanikan, ia akhirnya tersangkut di sebuah pohon kepuh dan bertahan di sana sambil menunggu air surut.

Boen Seng juga berhasil lolos dari terjangan air. Ia sempat tersangkut di atas atap sebuah lumbung yang hanyut terbawa arus, sebelum akhirnya terdampar di antara pepohonan.

Setelah air surut, keduanya baru bisa melihat kehancuran yang ditinggalkan bencana tersebut. Karangantu porak-poranda. Rumah-rumah hancur, sementara pasar dan gudang rata dengan tanah. Reruntuhan bangunan bercampur dengan jasad manusia dan hewan yang sebagian tertutup abu vulkanik.

Ong pun kehilangan rumah dan seluruh harta bendanya. Meski selamat dari bencana, ia harus memulai kembali kehidupannya dari nol.

Sebagai salah satu penyintas, Ong kemudian mendapat bantuan berupa beras dan uang. Bantuan tersebut menjadi bekal penting untuk membangun kembali kehidupannya setelah bencana. Uang yang diterimanya bahkan kemudian digunakan untuk membangun rumah baru sekaligus menjadi modal untuk kembali berdagang.

(mfa)


Source link