Kenapa Tubuh Terasa Lelah Meski Tidak Banyak Bergerak?

by -82 Views

Rasa lelah tidak selalu muncul setelah olahraga berat atau aktivitas fisik yang padat. Seseorang tetap dapat merasa kehabisan tenaga pada malam hari meski sebagian besar waktunya dihabiskan dengan duduk, berbaring, bekerja di depan laptop, atau berada di dalam rumah.

Kondisi tersebut dapat berupa fatigue, yakni rasa lelah yang dipengaruhi oleh beragam faktor, mulai dari kualitas tidur, tingkat aktivitas, pola makan dan minum, hingga tekanan emosional. Berdasarkan penjelasan NHS UK yang dilansir pada 13 September, kebiasaan sehari-hari perlu diperiksa sebelum rasa lelah dianggap semata-mata sebagai akibat kekurangan energi.

Tubuh kurang bergerak bukan berarti cukup beristirahat

Tidak melakukan banyak aktivitas fisik berbeda dengan memperoleh istirahat yang memadai. Duduk atau berbaring selama berjam-jam memang membuat tubuh relatif diam, tetapi belum tentu memberikan pemulihan yang dibutuhkan tubuh dan pikiran.

NHS memasukkan terlalu sedikit aktivitas fisik sebagai salah satu faktor gaya hidup yang dapat menyebabkan atau memperburuk fatigue. Karena itu, menghabiskan sepanjang hari dengan duduk tidak selalu menjadi jawaban ketika tubuh terasa lesu. Dalam kondisi tertentu, tubuh justru membutuhkan aktivitas agar kebugarannya tetap terjaga.

Aktivitas tersebut tidak harus berupa olahraga berat. Berjalan kaki atau melakukan gerakan ringan secara rutin dapat menjadi pilihan untuk menjaga tubuh tetap aktif, terutama setelah berada dalam posisi yang sama dalam waktu lama.

Tekanan pikiran ikut menguras tenaga

Kelelahan juga dapat terjadi ketika tubuh tidak banyak bergerak, tetapi pikiran terus bekerja. Aktivitas di depan laptop, misalnya, terlihat ringan secara fisik. Namun, pekerjaan yang menumpuk, tenggat yang harus dipenuhi, dan berbagai persoalan yang terus dipikirkan dapat menimbulkan stres serta tekanan emosional.

Beban mental semacam itu turut berkontribusi terhadap munculnya rasa lelah. Dengan kata lain, kondisi tubuh pada penghujung hari tidak hanya dipengaruhi oleh seberapa jauh seseorang berjalan atau seberapa berat aktivitas yang dikerjakan. Kesibukan pikiran dan kesempatan untuk beristirahat secara mental juga perlu diperhitungkan.

Faktor lain yang patut diperiksa adalah pola makan dan kecukupan cairan. Jadwal makan yang tidak teratur, asupan yang kurang seimbang, atau kebiasaan kurang minum dapat membuat tubuh tidak memperoleh kebutuhan yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan sehari-hari secara optimal.

Periksa kebiasaan sebelum membuat perubahan

Ketika rasa lelah muncul tanpa aktivitas berat, beberapa hal dapat dievaluasi: apakah tidur sudah cukup dan berkualitas, apakah tubuh terlalu lama berada dalam posisi yang sama, apakah pekerjaan atau tekanan sedang meningkat, serta apakah kebutuhan makan dan minum telah terpenuhi.

Perbaikan dapat dimulai melalui langkah sederhana, seperti mempertahankan jadwal tidur, menyisipkan aktivitas ringan, mencukupi kebutuhan cairan, menjaga pola makan, dan menyediakan waktu bagi pikiran untuk beristirahat. Seluruh kebiasaan tersebut tidak harus diubah sekaligus. Satu perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi titik awal.

Rasa lelah pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh banyak atau sedikitnya gerakan dalam satu hari. Aktivitas fisik yang cukup, tidur berkualitas, pola makan yang baik, kecukupan cairan, serta kondisi mental yang lebih tenang sama-sama berkaitan dengan kemampuan tubuh menjalani kegiatan sehari-hari.

Source link