Pernahkah Anda mendengar cerita tentang seorang Duta Besar Amerika Serikat yang menolak mengunjungi suatu lokasi di Indonesia karena takut akan kutukan maut? Lokasi tersebut hanya berjarak 127 km dari Jakarta, tepatnya di Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Cerita ini melibatkan Duta Besar AS untuk Indonesia pada tahun 1965, yaitu Marshall Green. Meskipun seorang diplomat, Green percaya pada cerita mistis tentang Nyi Roro Kidul yang terkait dengan pantai selatan Jawa. Mitos larangan berpakaian hijau sebelum pergi ke pantai selatan juga menjadi penyebab ketakutan Green.
Sebenarnya, cerita tentang Nyi Roro Kidul memiliki akar sejarah yang terkait dengan Kerajaan Mataram dan kejatuhan mereka dalam pertempuran melawan Belanda. Kisah sang ratu laut dianggap sebagai simbol perlawanan dan eksistensi Mataram di wilayah selatan Jawa. Meskipun mitos ini terus dipercayai oleh masyarakat, banyak penelitian kontemporer telah membuktikan bahwa kematian di Pantai Selatan Jawa disebabkan oleh rip current, bukan oleh kutukan mistis.
Rip current merupakan arus laut kuat yang terbentuk oleh morfologi pantai di selatan Jawa. Arus tersebut sering kali menyeret para perenang ke tengah laut dengan cepat. Sehingga, kematian seorang diplomat Bulgaria tahun 1965 kemungkinan besar disebabkan oleh rip current, bukan oleh kutukan Nyi Roro Kidul. Dengan demikian, penting untuk memahami bahwa fenomena alam seperti rip current memiliki peran yang lebih besar dalam kejadian di pantai selatan Jawa daripada mitos mistis yang berkembang.
Dubes AS Tolak Ajakan Presiden RI dan Alasan Takut Kutukan Maut





