Serangan Harimau Teror Warga Jakarta: 800 Pemburu Datang

by -186 Views

Populasi harimau liar di dunia terus mengalami penurunan, saat ini hanya tersisa sekitar 4.000 ekor. Peran manusia dianggap besar dalam penurunan populasi harimau ini, dengan aktivitas seperti perburuan dan perusakan habitat. Oleh karena itu, setiap tanggal 29 Juli diperingati sebagai Hari Harimau Internasional untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi satwa langka ini.

Di Indonesia, perburuan terhadap harimau telah berlangsung sejak ratusan tahun yang lalu. Meskipun beberapa dilakukan atas alasan keselamatan manusia, praktik perburuan ini telah berkontribusi signifikan terhadap penurunan populasi harimau dari tahun ke tahun. Contohnya adalah perburuan harimau di Jakarta (dahulu Batavia) yang dilakukan sebagai respons terhadap keberadaan hewan buas tersebut di jalanan kota.

Dulu, Jakarta masih dipenuhi dengan hutan lebat dan hanya sebagian kecil wilayah yang dihuni manusia. Harimau Jawa juga merupakan salah satu satwa liar yang menghuni hutan tersebut. Sejarawan Peter Boomgaard mencatat bahwa banyak serangan harimau terjadi di sekitar kebun tebu yang menjadi habitat populer bagi harimau pada saat itu.

Beberapa catatan sejarah menunjukkan bahwa serangan harimau tidak hanya terjadi di kebun, tetapi juga di jalanan. Orang-orang lokal maupun Eropa menjadi korban serangan harimau. Kondisi yang semakin membahayakan tersebut memaksa pemerintah kolonial untuk turun tangan dalam upaya perlindungan bagi penduduk sekitar Jakarta.

VOC (Perserikatan Perusahaan Hindia Timur) di tahun 1644 pernah mengerahkan sekitar 800 orang untuk memburu harimau di Jakarta. Tak hanya itu, VOC juga memberikan insentif kepada masyarakat sipil yang ikut serta dalam perburuan. Namun, hal ini malah mengakibatkan penurunan populasi harimau yang drastis. Populasi harimau yang terdesak akhirnya bermigrasi ke wilayah lain yang masih memiliki hutan.

Perburuan harimau tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga di berbagai wilayah Jawa. Perubahan peta ekonomi di Jawa pada saat itu memicu konflik antara harimau dan manusia. Akibat gesekan ini, manusia lantas melakukan perburuan terhadap harimau. Akibatnya, populasi harimau, terutama harimau Jawa, mengalami penurunan drastis dan dinyatakan punah pada tahun 1980-an.
Melalui kisah ini, dapat dipahami bagaimana perburuan harimau telah berdampak pada penurunan populasi hewan tersebut. Penyelidikan sejarah semacam ini tidak hanya memberikan gambaran masa lalu, tetapi juga memberikan nilai-nilai kehidupan yang masih relevan di masa kini.

Source link