Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah membawa manfaat yang signifikan, tidak hanya dari segi gizi tetapi juga dampak ekonominya bagi masyarakat. Sejak dimulai hampir tujuh bulan lalu, program ini berhasil menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 94 ribu orang yang tersebar di 2.391 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Jumlah penyerapan tenaga kerja terus bertambah sejalan dengan penambahan SPPG di berbagai daerah, mencapai puncaknya di akhir bulan Juli.
Selain penyerapan tenaga kerja, anggaran yang terserap juga mengalami peningkatan yang signifikan. Dari Rp1-2 triliun di awal pelaksanaan program, anggaran tumbuh menjadi Rp5,1 triliun di akhir semester pertama tahun ini. Hal ini menandakan bahwa program MBG tidak hanya memberikan manfaat gizi bagi masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian lokal.
Menurut Tenaga Ahli Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Fithra Faisal, program MBG berpotensi untuk memberikan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat. Dia menyatakan bahwa penyerapan tenaga kerja akan terus meningkat seiring dengan percepatan pencairan anggaran di semester kedua tahun ini. Bahkan Badan Gizi Nasional (BGN) memperkirakan akan ada 20 juta penerima manfaat MBG di 8 ribu SPPG pada bulan Agustus mendatang, dengan prediksi total anggaran yang terserap mencapai Rp8 triliun.
BGN juga memiliki rencana untuk merekrut tenaga kerja dari kalangan keluarga miskin ekstrem dan miskin sebagai bagian dari upaya peningkatan penyerapan tenaga kerja. Hal ini diharapkan tidak hanya akan mendukung program MBG tetapi juga membantu mengurangi tingkat kemiskinan ekstrim di masyarakat. Langkah-langkah ini diyakini akan memberikan dampak positif dalam mempercepat manajemen dan logistik di dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

