Panduan Sukses Digital Farming bagi Petani di Magelang

by -204 Views

Kelompok petani organik Gabungan Petani Organik (GUPON) Sekar Langit di Magelang, Jawa Tengah berhasil memanfaatkan teknologi pertanian untuk mengelola lahan pertanian mereka. Dengan fokus utama pada produksi padi berbagai jenis seperti beras merah, beras hitam, dan IR64, kelompok ini telah mengalami peningkatan dalam produktivitas sejak mulai memanfaatkan digital farming sejak tahun 2022.

Menurut Ketua GUPON Sekar Langit, Miftakhul Fuad, sebelum menggunakan teknologi digital farming, grup petani ini hanya bisa mengukur kesuburan tanah secara perkiraan. Namun, dengan adopsi teknologi ini, mereka dapat menganalisis detail dan langsung eksekusi tindakan yang tepat, seperti memberikan abu atau dolomit sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Saat ini, GUPON Sekar Langit telah berhasil memproduksi 6,5 ton beras per hektar lahan pada musim tanam kedua. Dengan total luas lahan yang dikelola mencapai 626 hektar, dan sebagian besar sudah bersertifikasi organik, kelompok ini telah menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan, termasuk hotel, restoran, distributor, hingga e-commerce seperti Sayurbox.

Pembentukan GUPON Sekar Langit bertujuan untuk meningkatkan sektor pertanian di desa. Dengan 855 anggota petani yang tersebar di 33 kelompok tani di 11 desa, kelompok ini telah mendapatkan dukungan dari Bank Indonesia dalam bentuk bantuan sarana-prasarana produksi digital farming, sertifikasi pangan, pendampingan, dan kegiatan promosi perdagangan.

Selain itu, Bank Indonesia juga memberikan bantuan dalam hal korporatisasi, pengembangan kapasitas, dan akses pembiayaan untuk UMKM. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra, menyatakan komitmen BI dalam mendorong pengembangan UMKM di Jawa Tengah agar dapat bersaing dengan produk impor dan meningkatkan ekonomi secara berkelanjutan.

Source link