Prabowo Emphasizes Indonesia’s Need for Strong Defense in Uncertain World

by -258 Views

Indonesia Perlu Pertahanan yang Kuat Menyongsong Masa Depan yang Tak Menentu

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya Indonesia untuk menjaga pertahanan yang kuat dalam menghadapi situasi global yang semakin tidak pasti. Dalam pidatonya pada Upacara Pemeriksaan Pasukan Operasional dan Penghormatan Militer di Lapangan Suparlan, Pusdiklatpassus, Batujajar, pada hari Minggu (10/8), Prabowo mendorong para prajurit muda untuk tidak pernah melupakan sejarah bangsa. Ia mengingatkan tentang masa lalu Indonesia di bawah cengkeraman kolonial, di mana rakyatnya diperbudak dan diperlakukan lebih buruk dari binatang.

“Jangan pernah lupakan sejarahmu. Itu sebabnya negara kita membutuhkan tentara yang kuat. Tidak ada negara yang bisa bebas tanpa tentara yang kuat. Saya ulangi, tidak ada negara yang bisa bebas tanpa tentara yang kuat,” ujarnya.

Prabowo memperingatkan bahwa tantangan global saat ini semakin kompleks dan tidak terduga, dengan kekuatan eksternal yang berupaya mengganggu kemajuan Indonesia.

“Setiap kali kita bangkit, kita diganggu. Setiap kali kita berjuang untuk kemakmuran rakyat kita, kita diganggu. Kekayaan kita dirampok, dan kita diadu satu sama lain,” katanya.

Ia menegaskan perlunya memperkuat pertahanan nasional untuk melindungi wilayah, kedaulatan, dan sumber daya negara.

“Kita harus mempertahankan wilayah kita, kedaulatan kita, dan kekayaan kita,” tegasnya.

Menjelaskan dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian, Prabowo menunjukkan adanya perang yang terus berlangsung di berbagai belahan dunia.

“Kita melihat bagaimana bangsa-bangsa yang lemah diperlakukan — orang tua, ibu, dan anak-anak disembelih,” katanya.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak akan bersekutu dengan blok geopolitik manapun, namun sikap ini mewajibkan adanya pertahanan yang kokoh.

“Indonesia tidak akan berpihak pada blok manapun, namun karena alasan itu, kita tidak punya pilihan lain. Indonesia harus memiliki pertahanan yang sangat kuat. Itulah sebabnya hari ini saya mengangkat enam komandan militer regional baru, 20 komandan brigade baru, dan 100 Batalyon Pengembangan Wilayah baru,” demikian penutupannya.

Pada kesempatan ini, Prabowo memberikan pangkat Jenderal Bintang Empat Kehormatan, mengangkat Jenderal Tandyo Budi Revita sebagai Wakil Panglima TNI, memberikan pangkat Jenderal Bintang Empat Kehormatan kepada 10 penerima, medali Bintang Sakti kehormatan kepada dua penerima, dan pangkat kehormatan kepada satu individu atas dedikasi dan integritas luar biasa.

Upacara tersebut juga menandai inaugurasi beberapa unit TNI baru, termasuk enam Komando Daerah Militer, 14 Komando Daerah Angkatan Laut, tiga Komando Daerah Angkatan Udara, satu Komando Operasi Udara, enam Grup Komando Pasukan Khusus, 20 Brigade Pengembangan Wilayah, satu Brigade Infanteri Laut, satu Resimen Korps Pasgat, 100 Batalyon Pengembangan Wilayah, lima Batalyon Infanteri Laut, dan lima Batalyon Pasukan Penempuran Cepat.

Pemeriksaan pasukan melibatkan 27.384 personel, didukung oleh 152 kendaraan taktis dengan 388 awak, serta 124 aset pertahanan yang terdiri dari 34 dari Angkatan Darat, 24 dari Angkatan Laut, dan 66 dari Angkatan Udara.

Source link