Kumpul Kebo Gubernur dan Anggota Dewan di Jawa: Fakta Terbaru

by -350 Views

Fenomena hidup bersama tanpa ikatan resmi atau yang lebih dikenal dengan istilah kumpul kebo telah menjadi bagian dari sejarah sosial Indonesia, bahkan telah berlangsung sejak zaman kolonial terutama di kalangan pejabat dan warga Belanda yang tinggal di Hindia Belanda. Pada masa itu, banyak pejabat tinggi dan warga Belanda menjalani kehidupan bersama perempuan lokal tanpa ikatan pernikahan resmi. Hal ini disebabkan oleh biaya yang tinggi dan risiko besar yang terkait dengan membawa istri dari Eropa ke Hindia Belanda. Sebagai gantinya, mereka membangun hubungan rumah tangga dengan perempuan lokal, kebanyakan berasal dari kalangan budak. Contoh beberapa Gubernur Jenderal VOC seperti Gustaaf Willem Baron van Imhoff dan Reinier de Klerk yang diceritakan telah hidup bersama perempuan lokal dengan memiliki anak-anak. Selain itu, kalangan elit lain seperti penasihat Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles juga terlibat dalam praktik kumpul kebo. Praktik ini juga terjadi di level bawah, di mana para pegawai, prajurit, dan pedagang Eropa lebih rendah juga menjalani kehidupan serupa tanpa ikatan nikah, yang kemudian disebut sebagai “kumpul Gerbouw”. Semua ini memperlihatkan bahwa praktik kumpul kebo telah menjadi bagian dari sejarah sosial Indonesia dan masih memiliki relevansi yang bisa dijadikan pelajaran di masa kini.

Source link