Presiden RI Disambut Ribuan Warga AS dengan Kibarkan Bendera Merah Putih

by -255 Views

Presiden Prabowo Subianto tiba di New York, Amerika Serikat pada Sabtu (20/9) waktu setempat untuk menghadiri Sidang ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ini merupakan bagian dari tradisi kunjungan kepala negara RI ke Amerika Serikat yang memiliki sejarah yang kaya. Sejarah mencatat bahwa pada tahun 1956, Presiden ke-1 RI, Soekarno, melakukan kunjungan kenegaraan pertamanya ke AS. Kunjungan ini menjadi momen bersejarah dengan puluhan ribu warga AS menyambutnya dengan kibaran bendera Merah Putih, sesuatu yang sulit diwujudkan oleh pemimpin negara lain di dunia.

Kehadiran Bung Karno di AS pada waktu itu sangat hangat. Menurut tulisan autobiografi Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia (1965), Soekarno merasakan dukungan dan sambutan yang luar biasa dari masyarakat AS. Bahkan, di momen kedatangannya di Bandara Washington, Soekarno disambut dengan 21 kali tembakan meriam, lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan teriakan “merdeka!” dari warga.

Dalam perjalanannya di jalan-jalan Washington DC, Bung Karno disambut dengan penuh semangat oleh masyarakat AS yang berjejer sepanjang jalanan. Bendera Merah Putih berkibar di tiang lampu dan warga mengibarkan bendera kecil Indonesia. Bahkan, foto Soekarno terpampang besar di langit-langit kota. Selama kunjungan, Soekarno turun dari mobil untuk berjabat tangan dengan warga dan menerima kunci emas dari wakil wali kota Distrik Columbia sebagai ucapan selamat datang.

Popularitas Soekarno di AS tidak terjadi begitu saja. Sebelumnya, Soekarno telah menjadi simbol anti-kolonialisme dan tokoh besar Indonesia. Puncaknya, Soekarno berhasil menggelar Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung setahun sebelumnya. Namun, meskipun disambut meriah, Soekarno tetap menggunakan kesempatan untuk memperjuangkan posisi Indonesia dan mengkritik AS, khususnya dalam kasus Irian Barat.

Secara keseluruhan, kunjungan Soekarno ke AS pada tahun 1956 meninggalkan jejak sejarah yang kuat. Walaupun kunjungan kedua pada tahun 1960 tidak mendapat sambutan yang sama seperti sebelumnya, sejarah pertemuan Soekarno dengan Amerika Serikat tetap menjadi bagian penting dalam hubungan bilateral kedua negara.

Source link