Kekecewaan Pelatih Atlet Pasaman yang Batal Ikut Kejuaraan Karate

by -80 Views

Sebanyak delapan atlet karate anak asal Pasaman mengalami ketidakberuntungan setelah gagal mengikuti Kejuaraan Karate Terbuka Piala Wali Kota Padang Tahun 2025 yang berlangsung di GOR Universitas Negeri Padang (UNP) pada 13–16 November 2025. Keikutsertaan mereka terhenti akibat protes yang diajukan oleh INKANAS Sumatera Barat terkait dengan perpindahan sejumlah atlet dan pelatih dari perguruan INKANAS ke perguruan INKANDO pada tahun 2025. Protes ini memicu panitia untuk membatalkan keikutsertaan para atlet asal Pasaman dalam kejuaraan karate tersebut.

Pelatih Dojo Inkado Bhayangkara Polres Pasaman, AKP Tirto Edhi, bersama sejumlah orang tua atlet, menyatakan bahwa perpindahan atlet dilakukan atas kesadaran dan keinginan mereka sendiri tanpa adanya paksaan. Meskipun terdapat AD/ART FORKI yang mengatur sanksi bagi atlet atau pelatih yang berpindah perguruan tanpa izin, Tirto Edhi menekankan bahwa hal tersebut tidak boleh menghambat minat dan bakat para atlet yang masih pelajar SD, SMP, dan SMA.

Tirto Edhi juga meminta agar masalah ini menjadi perhatian semua pihak, termasuk Komnas Perlindungan Anak, karena dapat berdampak negatif terhadap mental anak-anak tersebut. Sementara itu, Ketua Panitia Kejuaraan Karate Terbuka Piala Wali Kota Padang, Jumadi, membenarkan bahwa para atlet Pasaman sebelumnya terdaftar sebagai peserta atas nama tim INKADO Pasaman, namun setelah muncul surat sanggahan dari INKANAS Sumbar yang menyatakan bahwa para atlet tersebut adalah bagian dari perguruan mereka, pihak panitia bersama MLP PB FORKI memutuskan untuk membatalkan keikutsertaan mereka. Hal ini dilakukan karena dinilai melanggar aturan AD/ART FORKI Pasal 7.

Source link