Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa, kembali meletus pada Rabu (19/11/2025) dengan memuntahkan awan panas hingga 5,5 kilometer. Ribuan warga dievakuasi ke zona aman sebagai langkah pencegahan. Letusan ini mengingatkan pada tragedi letusan dahsyat Semeru pada 1909 yang merenggut ratusan nyawa dan mengakibatkan kerusakan luas di sekitarnya. Aliran lahar yang muncul tiba-tiba dan abu vulkanik yang menyelimuti wilayah sekitar menimbulkan kerusakan hebat, termasuk sawah yang tertimbun material vulkanik dan kerusakan jaringan air penting bagi pertanian setempat. Jumlah korban mencapai lebih dari 700 orang tewas atau hilang, dengan kerugian ekonomi yang signifikan di kalangan petani dan peternak setempat. Mobilisasi bantuan dari berbagai daerah di Hindia Belanda diperlukan untuk pemulihan pasca-bencana. Kesadaran dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana menjadi kunci agar tragedi semacam itu tidak terulang di masa depan.
Tragedi Letusan Gunung Semeru: 709 Orang Tewas & Ribuan Rumah Hancur





