Guru Spiritual Presiden RI: Ramalan Sakti Terbukti

by -58 Views

Peran guru dalam kehidupan seseorang seringkali memiliki pengaruh besar, termasuk guru formal, non-formal, maupun spiritual. Presiden kedua RI, Soeharto, juga memiliki sosok guru spiritual yang memainkan peran penting dalam hidupnya. Sosok tersebut adalah Rama Diyat, seorang kapten tentara yang kemudian menjadi guru ilmu kebatinan setelah berhenti dari militer pada 1950. Salah satu nasihat penting dari Rama Diyat yang memengaruhi karier Soeharto adalah tentang masa depan karier Soeharto yang sedang stagnan pada pertengahan 1965. Meskipun awalnya Soeharto berencana untuk mundur dari dinas militer, namun atas saran dari Soedjono Hoemardani yang diinspirasi pesan dari Rama Diyat, ia memutuskan untuk tetap bertahan. Keputusan tersebut membawanya melewati peristiwa G30S dan menempatkannya pada posisi Presiden RI ke-2.

Sejak saat itu, Soeharto menjadikan Rama Diyat sebagai guru spiritualnya dan memberinya pangkat Brigjen Kehormatan. Dalam memimpin, Rama Diyat kerap memimpin ritual di tempat bernama Jambe Pitu di Gunung Selok, Pantai Selatan Jawa. Meski tidak banyak catatan resmi tentang nasihat-nasihat Rama Diyat kepada Soeharto, kehadiran dan peran gurunya selalu diperhitungkan. Kepercayaan Soeharto kepada kebatinan dan guru spiritual dimulai sejak usia belasan tahun, lebih khusus lagi ketika ia belajar langsung ke Kyai Darjatmo. Kedekatannya dengan Kyai Darjatmo berlanjut hingga masa Soeharto menjadi tentara pada 1950-an.

Source link