Solusi Mobilitas Terjangkau: Bandara ke Lembah Anai

by -127 Views

Kereta Api Lembah Anai: Mobilitas Terjangkau dari Bandara hingga Lembah Anai

KA Lembah Anai menjadi pilihan utama dalam menghubungkan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dengan Lembah Anai, Sumatera Barat. Dengan perjalanan yang efisien, kereta api ini tidak hanya memberikan aksesibiltas, tetapi juga menawarkan panorama alam yang memukau.

Sejak Januari hingga November 2025, KA Lembah Anai telah melayani 88.580 pelanggan. Capaian tersebut menunjukkan betapa pentingnya kereta api sebagai sarana transportasi yang diandalkan oleh masyarakat dan wisatawan dalam aktivitas sehari-hari.

Rute KA Lembah Anai mencakup Kayu Tanam–Duku–Bandara Internasional Minangkabau (PP) dengan enam perjalanan pulang-pergi setiap hari. Hanya dengan membayar Rp5.000, penumpang dapat menikmati perjalanan yang melintasi Stasiun Duku, Pasar Usang, Lubuk Alung, Sicincin, hingga mencapai Stasiun Kayu Tanam.

Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, mengungkapkan bahwa KA Lembah Anai memegang peranan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat. Layanan ini tidak hanya membantu aktivitas sehari-hari warga, tetapi juga mempermudah perjalanan bagi pelajar, pekerja, dan penumpang pesawat.

Selain fungsi transportasi, KA Lembah Anai juga berkontribusi terhadap ekonomi lokal di sepanjang rutenya. Aktivitas penumpang yang menggunakan kereta ini mendorong perkembangan usaha masyarakat dan memperkuat koneksi antarwilayah di Sumatera Barat.

Perjalanan dengan KA Lembah Anai juga memberikan pengalaman wisata yang unik. Penumpang dapat menikmati panorama perbukitan, persawahan, dan keindahan alam sepanjang rute ini, dengan Air Terjun Lembah Anai sebagai titik menariknya.

Anne menegaskan bahwa kereta api ini tidak hanya menghubungkan antara mode transportasi darat dan udara, tetapi juga meningkatkan mobilitas masyarakat dan wisatawan. Dengan kontribusinya dalam mobilitas, ekonomi, dan pariwisata, KA Lembah Anai terus menjadi pilihan utama dalam sistem transportasi publik Sumatera Barat.

Source link