Tren Penginapan Turis di Era Belanda Sebelum Hadirnya Hotel di Indonesia

by -80 Views

Berkembangnya Industri Akomodasi Wisata di Indonesia Sejak Era Belanda

Lonjakan kunjungan wisatawan ke berbagai daerah, termasuk Bali, telah menyebabkan tingkat hunian hotel tidak sebanding. Fenomena ini terjadi karena maraknya akomodasi ilegal yang diminati oleh wisatawan dengan anggaran terbatas. Menurut Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran, hal ini mencerminkan kurangnya pengawasan pemerintah sebagai regulator meskipun aturan perizinan usaha akomodasi sudah sangat jelas.

Pertanyaan menarik muncul, jika turis memilih hotel, vila, atau guesthouse sebagai tempat menginap, di mana para pelancong beristirahat sebelum semua jenis akomodasi tersebut dikenal luas di Indonesia? Sejarawan Achmad Sunjayadi menjelaskan bahwa sarana akomodasi di Indonesia berkembang seiring dengan meningkatnya daya tarik bagi wisatawan. Pada awal 1800-an, akomodasi modern seperti hotel atau mansion mulai berkembang, sedangkan sebelumnya, para pelancong umumnya bermalam di pasanggrahan atau tempat umum lainnya.

Pasanggrahan pada awalnya digunakan untuk peristirahatan para raja dan bangsawan ketika bepergian. Namun, seiring dengan perkembangan pariwisata, pemerintah kolonial memanfaatkannya sebagai tempat singgah bagi pengunjung dari luar daerah. Meskipun hotel kini mendominasi industri pariwisata, jejak pasanggrahan sebagai cikal bakal akomodasi masih dapat ditemukan, termasuk kawasan Pesanggrahan di Jakarta Selatan.

Dengan demikian, sejarah perkembangan akomodasi wisata di Indonesia sejak era Belanda memberikan gambaran jelas tentang bagaimana industri akomodasi telah tumbuh dari masa ke masa. Berbagai jenis akomodasi telah berkembang sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasar, namun jejak-jejak sejarah seperti pasanggrahan masih hidup dalam ingatan dan sebagian berdiri hingga saat ini.

Source link