AS Kirim 130 Ribu Pasukan ke Negara Arab Diduga Punya Nuklir

by -110 Views

Naskah yang disajikan dalam CNBC Insight membahas klaim mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Hussein Kanani, yang menyatakan bahwa Arab Saudi telah memiliki senjata nuklir yang diketahui oleh AS dan Israel. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan AS terkait isu nuklir. Klaim tentang kepemilikan senjata strategis di negara Arab telah memicu perang sebelumnya, seperti invasi AS ke Irak pada 2003 yang didasarkan pada tuduhan senjata pemusnah massal yang ternyata tidak benar.
Operasi militer besar-besaran dilakukan pada 20 Maret 2003 dengan tujuan penggulingan rezim Saddam Hussein dan menghilangkan senjata nuklir yang dipercayai dimiliki oleh Irak. Meskipun AS dan sekutuannya percaya pada keberadaan senjata pemusnah massal tersebut dan menganggapnya sebagai alasan utama untuk perang, setelah wilayah Irak dikuasai, tidak ditemukan bukti yang mendukung klaim tersebut.
Laporan resmi Badan Intelijen Inggris pada tahun 2004 mengungkap bahwa tuduhan senjata pemusnah massal didasarkan pada sumber intelijen yang tidak kredibel. Meskipun fakta baru ini menunjukkan kesalahan dalam informasi intelijen dan kerusakan yang ditimbulkan oleh perang, Presiden AS saat itu, George W Bush, tidak meminta maaf dan tetap mempertahankan keputusannya. Bush mengklaim bahwa keputusannya didasarkan pada “intelijen terbaik” meskipun akhirnya terbukti keliru.

Source link