Kapal Dagang Diserang di Aceh, AS Kecam Insiden Tersebut

by -89 Views

Operasi militer yang dipimpin langsung oleh Amerika Serikat dimulai setelah serangan terhadap kapal dagang Amerika di Kuala Batu, Aceh. Presiden Andrew Jackson mengirim perintah siaga tempur kepada Kapten USS Potomac, John Downes, setelah kapal dagang Friendship diserang oleh penduduk Kuala Batu pada Februari 1831. Jackson marah dan menginstruksikan Downes untuk menilai situasi dan mengambil langkah apa pun yang diperlukan untuk melindungi kapal-kapal dagang AS di perairan Hindia Timur.

John Downes, seorang komandan tempur yang ulung, segera mempersiapkan operasinya. Dia memuat 300 tentara dan meriam ke dalam kapal dan berlayar menuju Aceh dari Brasil, menyusun siasat selama dua bulan perjalanan. Untuk menghindari kecurigaan, USS Potomac menyamar sebagai kapal dagang Belanda, yang telah memiliki hubungan dagang yang baik dengan Aceh. Kapal itu berhasil merapat ke Aceh tanpa menimbulkan kecurigaan dan tentara AS berhasil meluncurkan serangan mendadak pada 6 Februari 1832.

Meskipun awalnya dipuji sebagai pahlawan, tentara AS kemudian dikecam sebagai pembunuh biadab karena strategi penyamaran mereka sebagai pedagang dan tindakan membunuh perempuan dan anak-anak tanpa negosiasi. Meskipun Presiden Jackson berhasil meredam kritik tersebut, sejarah tetap mencatat serangan USS Potomac sebagai suatu luka. Serangan tersebut bahkan membuka jalan bagi invasi Belanda ke Aceh, memicu perang panjang dan berdarah yang mengubah nasib Aceh selamanya. Serangan itu, pada akhirnya, mengungkapkan ketidakadilan yang dialami warga Aceh akibat praktik dagang yang tidak fair dari pedagang AS. Serangan tersebut, meski terjadi ratusan tahun yang lalu, masih meninggalkan jejak sejarah yang berarti bagi kedua negara.

Source link