Serangan Tentara Israel: 500 Warga Palestina Ditembaki Setelah Sahur

by -100 Views

Pada sebuah pagi di bulan Ramadan, Fatima Hamis al-Jabari dan keluarganya datang ke Masjid Ibrahim untuk melaksanakan salat Subuh berjemaah. Mereka bersama dengan jemaah lain mengisi saf masing-masing, dengan suasana yang hening dan penuh kekhusyukan saat salat dimulai. Namun, keheningan itu tiba-tiba terganggu oleh suara tembakan yang menggema, memecah ketenangan dan menimbulkan kepanikan di dalam masjid.

Fatima yang kaget dan panik, berusaha mencari suaminya di tengah kekacauan jemaah yang berhamburan. Namun, yang dia temukan adalah suaminya tergeletak bersimbah darah di lantai masjid dan anaknya terluka di dekatnya. Tragedi itu terjadi pada 25 Februari 1994, dalam peristiwa pembantaian di Masjid Ibrahim, Hebron. Sebuah kejadian tragis yang merenggut nyawa puluhan jemaah dan melukai ratusan orang lain.

Dalam kejadian yang berlangsung hanya beberapa menit, pelakunya diketahui sebagai tentara dan dokter militer bernama Baruch Goldstein. Meskipun Goldstein tewas di lokasi kejadian setelah diserang balik oleh para jemaah, motif pasti dari perbuatannya tidak pernah terungkap. Tragedi tersebut mengguncang dunia internasional, terlebih melibatkan tentara aktif dalam peristiwa tersebut.

Meskipun banyak kecaman dan kutukan dari negara-negara di seluruh dunia, pembantaian tersebut tidak menghentikan tindakan pendudukan oleh Israel. Kejadian tragis di Masjid Ibrahim hanya menyisakan luka dan duka yang mendalam bagi keluarga korban dan juga seluruh umat Muslim serta pendukung Palestina di seluruh dunia.

Source link