Ormas RI Terkaya Dunia – Aset Rp452 Triliun

by -82 Views

Muhammadiyah adalah satu-satunya organisasi masyarakat (ormas) dari Indonesia yang masuk ke dalam daftar 10 ormas terkaya di dunia menurut laporan terbaru dari Seasia Stats per Maret 2025. Dengan total aset mencapai Rp454,24 triliun hingga Rp462 triliun, Muhammadiyah memiliki jaringan amal usaha yang tersebar di sektor-sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi. Organisasi ini mengelola ribuan sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, panti asuhan, serta berbagai lembaga sosial di seluruh Indonesia.

Meskipun Muhammadiyah kini menjadi salah satu ormas terkaya di dunia, perjalanan organisasi ini tidaklah mudah. Didirikan pada tahun 1912 oleh Ahmad Dahlan, Muhammadiyah mengalami penolakan, boikot, dan kontroversi dalam tahap awalnya. Ahmad Dahlan menggunakan pendidikan dan pelayanan sosial sebagai medium utama untuk menyebarkan syiar agama dan membantu sesama. Namun, langkahnya menuai kontroversi karena berbeda dengan kebiasaan masyarakat saat itu.

Ahmad Dahlan mendirikan sekolah Islam modern di Kauman, Yogyakarta, yang berbeda dengan pesantren tradisional, dengan sistem pendidikan modern dan pelajaran umum seperti bahasa Melayu, berhitung, dan ilmu bumi. Meskipun terjadi penolakan dan kecaman dari masyarakat pada saat itu, Ahmad Dahlan terus melakukan terobosan di sektor pendidikan dan pelayanan lainnya, dengan membangun rumah sakit, perpustakaan, dan lembaga sosial lainnya untuk membantu kelompok masyarakat yang miskin dan rentan.

Muhammadiyah terus tumbuh sebagai gerakan yang memuliakan manusia melalui berbagai institusi dan sektor, dari pendidikan hingga kesehatan. Pengalaman historis ini membentuk Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang populis dan kerakyatan. Ahmad Dahlan sendiri menekankan pentingnya mengamalkan ajaran agama dalam tindakan sosial nyata untuk mengatasi berbagai persoalan masyarakat. Dengan prinsip ini, Muhammadiyah terus berkembang menjadi organisasi yang berharga dengan aset bernilai ratusan triliun rupiah.

Source link