Rahasia Sukses Industri Mobil India: Impor 105.000 Pikap

by -151 Views

PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) baru-baru ini mengumumkan kedatangan 1.000 unit pikap dan truk yang diimpor dari India untuk memenuhi kebutuhan Koperasi Desa Merah Putih. Namun, kabar ini muncul dalam tengah polemik terkait rencana impor mobil India bermerek Tata Motors dan Mahindra, di mana Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta penundaan rencana tersebut untuk melindungi industri otomotif dalam negeri.

Meskipun munculnya polemik, pertanyaan yang lebih besar muncul: Apa yang menyebabkan industri otomotif India mampu bangkit dan berkembang dengan pesat? Padahal, India dan Indonesia memiliki kemerdekaan yang berselang dua tahun saja. India berhasil membangun sektor otomotif yang kuat dan menarik perhatian di Indonesia.

Sejak kemerdekaannya pada tahun 1947, India telah memiliki pabrikan otomotif nasional seperti Hindustan Motors, Premier Automobiles, Tata, dan Mahindra yang membentuk dasar dari industri kendaraan di negara tersebut. Namun, pertumbuhan industri tersebut terjadi dalam sistem ekonomi yang tertutup, protektif, dan sangat diatur oleh negara.

Pada tahun 1991, India melakukan reformasi ekonomi besar-besaran yang membuka sektor otomotif untuk pasar, investasi swasta, dan kolaborasi asing. Hal ini membuat industri otomotif India mulai bangkit, menyambut teknologi baru, naiknya standar manufaktur, alih pengetahuan, dan persaingan yang semakin ketat.

Seiring masuknya era 2000-an, India mulai diposisikan sebagai basis produksi global untuk industri otomotif. Selain itu, kebijakan strategis pemerintah seperti kewajiban kandungan lokal bagi perusahaan asing dan transfer pengetahuan serta pelatihan tenaga kerja lokal telah memperkuat basis manufaktur domestik. Dampak dari kebijakan ini terlihat dari pertumbuhan produksi mobil India yang berhasil menyaingi negara maju seperti Korea Selatan.

Dengan membangun ekosistem rantai pasok terintegrasi, India berencana menjadikan sektor otomotif sebagai salah satu sektor utama dalam perekonomian negara tersebut pada tahun 2026. Diharapkan bahwa sektor otomotif ini akan turut menyumbang 12% dari Produk Domestik Bruto (PDB) India, membentuk 40% sektor manufaktur, dan menciptakan 65 juta lapangan kerja baru. Dengan demikian, India berpotensi menjadi salah satu produsen mobil terbesar di dunia dalam beberapa tahun mendatang.

Source link